Berita UtamaHukum

Ratu Entok Hadapi Kesaksian Saksi, Tanggapi Tuduhan Penghinaan Agama dengan Tegas

×

Ratu Entok Hadapi Kesaksian Saksi, Tanggapi Tuduhan Penghinaan Agama dengan Tegas

Sebarkan artikel ini
Pimpinan sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa selebgram Ratu Entok alias Ratu Thalisa (ISPL), di Pengadilan Negeri Medan, Senin siang (13/1/2025). (seputaranindonesia.com/Aris)

Saksi mengakui bahwa ia melihat konten tersebut melalui postingan yang dikirimkan oleh sahabatnya, bukan melalui siaran langsung. “Kalau live kan real time,” lanjut Hakim, yang kemudian disetujui oleh saksi.

Terdakwa menambahkan bahwa saksi hanya tergiring opini tanpa melihat langsung konten yang sebenarnya. “Saya menilai bapak saksi hanya tergiring dari aduan orang tanpa menengok langsung isi cerita dari video saya,” kata Ratu Entok.
Dalam persidangan, Hakim juga menyinggung kesaksian dari Dosma Sijabat. Terdakwa kembali membantah sebagian pernyataan saksi tersebut, terutama terkait klaim bahwa dirinya pernah berpindah keyakinan. “Saya tidak pernah jadi orang di luar Islam. Dari lahir hingga sekarang, saya Islam. Saudara Dosma juga sangat rapi menggiring opini, seolah-olah saya harus jadi terdakwa, harus di penjara,” ujarnya.

Hakim melanjutkan dengan bertanya mengenai interaksi terdakwa di media sosial. Terdakwa kembali menegaskan bahwa komentarnya hanya di kolom komentar, bukan melalui siaran langsung. “Benar yang mulia. Di dalam kolom komentar dan bukan live,” pungkasnya.

Martono, Ketua Umum Forum Kebhinekaan Indonesia Bersatu (FKIB), hadir sebagai saksi untuk memberikan keterangannya di hadapan majelis hakim.
Hakim memulai dengan menanyakan apa yang diketahui saksi terkait kasus ini. Martono menjelaskan bahwa pada 3 Oktober 2024, ia dimasukkan ke dalam sebuah grup WhatsApp bernama “Tangkap Ratu Entok”. Dalam grup tersebut, terdapat berbagai unggahan yang menimbulkan keresahan. Salah satu unggahan memuat komentar yang dinilai bernada penghinaan, seperti “Cukur rambutmu supaya seperti laki-laki, jangan seperti perempuan,” yang menurutnya memicu keributan di grup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *