Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa data kependudukan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan penerima bantuan pemerintah.
Dalam pemaparannya, Godfried juga menyinggung persoalan perubahan status pekerjaan dalam administrasi kependudukan yang dapat berpengaruh terhadap penilaian kategori kesejahteraan masyarakat.
Ia mengatakan masyarakat yang merasa tidak masuk dalam penerima bantuan perlu melakukan pengecekan kembali data administrasinya agar sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Jadi keamanan juga lebih terjamin. Perumahan-perumahan di Medan ini pada umum seperti itu sekarang. Satu pintu masuk, satu pintu keluar. Jadi saya paham persaudaraan di sini sangat tinggi. Nah, yang kedua kita pantas mengucapkan terima kasih. Mungkin belakangan ini kita mungkin ada kesulitan ekonomi. Ada bilang, “Ibu sembako enggak mahal, Pak lubis gak tolak lagi.” Ini memang kita pungkiri ya. Makanya kita harapkan pemerintah bisa membantu. Membantu dalam bantuan apa? Bantuan tunai atau bantuan sembako. Kan gitu Bu, kan?”
Ia menjelaskan, program bantuan memiliki ketentuan tertentu berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang dikenal dengan istilah desil.













