Dalam pernyataannya, Fraksi Gerindra meminta Pemko Medan untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaan sumber-sumber PAD, termasuk sektor pajak, reklame, parkir, PBG, dan lainnya. “Kami menekankan agar Pemko Medan mengevaluasi OPD yang tidak serius dalam penggalian PAD. Banyak OPD yang tampaknya membiarkan pos-pos dengan pendapatan rendah, yang berdampak pada target APBD tahun 2025,” tambahnya.
Roni juga menyarankan agar Pemko Medan mengimplementasikan inovasi kreatif untuk menangani kemiskinan dan pengangguran. Ia mengajak kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dengan kecamatan, kelurahan, dan lingkungan untuk pendataan yang lebih akurat terhadap warga miskin dan pengangguran.
Selain itu, Fraksi Gerindra menekankan perlunya konsolidasi dalam pengelolaan anggaran daerah agar lebih berkualitas, efisien, dan berkelanjutan. Terkait penanganan banjir dan kemacetan, Fraksi Gerindra mendorong Pemko Medan untuk meningkatkan upaya dalam mengatasi kedua masalah tersebut dengan anggaran yang tepat sasaran.






