Fraksi Nasdem juga menyoroti isu pembongkaran dan revitalisasi Pusat Pasar Kota Medan, yang dinilai meresahkan banyak pedagang dan karyawan di sana. Mereka menegaskan, “Kami menolak adanya pembongkaran revitalisasi pusat pasar. Fraksi Nasdem tidak sepakat mengenai revitalisasi pusat pasar.” Selain itu,
Fraksi Nasdem mendesak Dinas Kesehatan mengevaluasi kerja sama dengan rumah sakit yang tidak melayani pengguna program UHC, dan meminta pemerataan bantuan sosial untuk warga yang kurang mampu. Mengenai kebijakan parkir, Antonius menekankan perlunya pelayanan yang memadai dan adanya perda khusus.

Di akhir, Fraksi Nasdem menyetujui pengesahan APBD TA 2025 dengan rincian Pendapatan daerah sebesar Rp7.444.018.751.179, Belanja daerah Rp7.414.018.751, Pembiayaan penerimaan daerah Rp70.000.000.000, dan Pembiayaan pengeluaran Rp100.000.000.000.
Pendapat Fraksi Partai Demokrat
Parlindungan Sipahutar membacakan pendapat Fraksi Partai Demokrat mengenai APBD TA 2025 Kota Medan. Fraksi Demokrat menekankan bahwa anggaran ini diharapkan dapat mengatasi kemiskinan ekstrem, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Namun, perlu perhatian karena pengamat ekonomi memperkirakan stagnasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025, yang akan memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat,” ujar Parlin.





