MEDAN, seputaranindonesia.com — Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor BRI Wilayah Sumatera Utara, Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat sore, 9 Januari 2026, berlangsung tegang dan diwarnai dugaan tindakan represif. Sejumlah peserta aksi mengaku mengalami intimidasi hingga kekerasan fisik saat menyampaikan tuntutan terkait dugaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB itu dipusatkan pada tuntutan transparansi dan penegakan hukum atas dugaan penyimpangan penyaluran KUR senilai Rp17 miliar di wilayah BRI Kota Tanjungbalai. Situasi di lokasi sempat memanas ketika upaya pembubaran dilakukan, sehingga memicu ketegangan antara massa aksi dan pihak pengamanan.
Presiden Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah, Tahad Erwin Silaen, mengungkapkan dirinya mengalami kekerasan fisik saat berada di barisan depan massa. “Saya dipukul di bagian pelipis mata sebelah kiri dan sempat ditarik untuk diborgol. Kejadiannya di jalan raya saat kami menyampaikan aspirasi,” ujar Tahad.













