HukumPolitik

Aksi Mahasiswa di Kantor BRI Sumut Memanas, Dugaan KUR Fiktif Rp17 Miliar Berujung Kekerasan

×

Aksi Mahasiswa di Kantor BRI Sumut Memanas, Dugaan KUR Fiktif Rp17 Miliar Berujung Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Mahasiswa UMN Al-Washliyah Klaim Alami Intimidasi Saat Menuntut Transparansi Dugaan Kredit Bermasalah di BRI Tanjungbalai

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor BRI Wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (9/1/2026) berakhir ricuh. Mahasiswa dan petugas keamanan terlibat saling dorong. (seputaranindonesia.com/Aris)

Ia menyebut kondisi fisiknya menurun setelah insiden tersebut. “Saya merasa sangat lemas dan pusing karena banyaknya oknum pengamanan yang menahan saya. Selain saya, ada juga teman-teman yang mendapat ancaman verbal,” katanya.

Tahad menuturkan, pengamanan di lokasi diduga melibatkan petugas keamanan internal BRI Sumatera Utara. Dalam aksinya, mahasiswa menilai tidak ada ruang dialog yang terbuka untuk menanggapi tuntutan mereka. “Kami tidak mendapatkan jawaban atas tuntutan kami. Tidak ada ketegasan, dan diskusi tidak berjalan,” ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, mahasiswa menyatakan akan membawa kasus dugaan kekerasan itu ke ranah hukum. “Kami akan membuat laporan ke kepolisian agar kejadian ini diproses secara hukum dan menjadi perhatian publik,” kata Tahad.

Dugaan KUR Fiktif Rp17 Miliar

Aksi mahasiswa tersebut dipicu oleh dugaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif senilai lebih dari Rp17 miliar di BRI Unit Sei Kepayang, Cabang Tanjungbalai. Program KUR yang seharusnya menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diduga disalurkan menggunakan identitas debitur fiktif, sementara dana kreditnya dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *