SIMALUNGUN, seputaranindonesia.com – Polres Simalungun berhasil menangkap LG, seorang residivis yang selama ini dikenal kerap meresahkan masyarakat Kabupaten Simalungun lewat aksi premanisme dan kekerasan. Penangkapan ini merupakan bentuk respons tegas Polres Simalungun dalam menciptakan keamanan dan menindak perilaku kriminal yang mengancam ketertiban umum.
Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manulang, S.H., saat dikonfirmasi pada Minggu, 10 November 2024, pukul 15.00 WIB, menyatakan bahwa LG memiliki sejarah panjang dalam dunia kriminal. “LG adalah residivis yang telah berulang kali melanggar hukum. Tindakan kami untuk menindak tegas pelaku ini adalah bagian dari komitmen menegakkan hukum dan menjaga keamanan,” ujarnya.
LG tercatat pernah divonis penjara selama 4 tahun 8 bulan karena pembakaran alat berat milik CV Paulima pada 22 September 2017 di lokasi tambang batu, Simpang Bage, Nagori Sinar Mariah, Kecamatan Silimakuta. Setelah menjalani hukuman, bukannya insaf, LG justru kembali melakukan aksi kriminal.
Pada Senin, 23 September 2024, pukul 09.00 WIB, LG melakukan pemblokiran jalan di Simpang Hoppoan menuju Huta Hoppoan, Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pematang Silimahuta. Aksi ini tidak hanya mengganggu ketertiban tetapi juga membahayakan masyarakat. Tindakannya dianggap melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.













