Ia mengatakan kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan warga, terutama anak-anak sekolah yang setiap pagi melintasi kawasan tersebut.
“Kebetulan Gang Dame ini sekarang jadi tempat sampah tiap-tiap lingkungan. Depan pabrik ban sampah, depan pool damri sampah, apalagi MG Manurung pusatnya sampah. Jadi akibat sampah ini sebenarnya yang sehat jadi sakit terganggu.”
Selain persoalan sampah, Pak Simamora juga mengungkapkan kondisi drainase di Jalan Dame yang dinilai semakin dangkal akibat sedimentasi sehingga memicu banjir ketika hujan turun.
Ia mengaku telah tinggal selama lebih dari empat dekade di kawasan tersebut dan baru beberapa waktu terakhir mengalami banjir yang masuk hingga ke rumah.
“Tanggal 4 Juli Jalan Dame kebanjiran simpang 4. Saya sudah 42 tahun di Gang Damai kebanjiran rumah saya.”
Menurutnya, saluran drainase yang telah berusia puluhan tahun membutuhkan normalisasi agar aliran air kembali lancar. Ia juga meminta perhatian terhadap banyaknya gorong-gorong lama yang dinilai sudah tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.













