Berita Utama

Rico Waas: Kota Metropolitan Harus Jadi Pengelola Distribusi Pangan, Bukan Hanya Konsumen

×

Rico Waas: Kota Metropolitan Harus Jadi Pengelola Distribusi Pangan, Bukan Hanya Konsumen

Sebarkan artikel ini

Pemko Medan menekankan strategi co-creation dan sinergi hulu-hilir pangan untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan menghadapi tantangan bonus demografi 2045.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota seluruh Indonesia dalam rangka Rakernas APEKSI XVIII Tahun 2026 di Hotel Grand Inna Medan. Medan, Senin (29/6/2026). (seputaranindonesia.com/ist)

Sementara itu Dalam keynote speech bertajuk “Indonesia di Simpang Jalan Menuju 2045”, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan seluruh Wali Kota yang hadir bahwa Indonesia sedang berada di momentum krusial Bonus Demografi yang memiliki batas kedaluwarsa sekitar tahun 2038 hingga 2040.

“​Jika kota-kota di Indonesia gagal menyediakan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau, generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha tidak akan tumbuh menjadi manusia yang tangguh. Akibatnya, Indonesia akan sulit untuk menjadi negara maju,”jelas Bima Arya.

​Untuk itu Bima Arya menginstruksikan agar konsep kerja sama ke depan bergeser dari sekadar kolaborasi biasa menjadi co-creation, dimana pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat duduk bersama merancang ekosistem pangan dari hulu ke hilir sejak awal perencanaan.

“semua harus dilibatkan mulai dari perencanaan, duduk bersama-sama. Itu yang namanya co-creation,”Tegas Bima Arya.

​Wamendagri Bima Arya juga memuji kepemimpinan anak-anak muda seperti Rico Waas yang dinilai responsif terhadap berbagai isu. Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Kota Medan menempati peringkat kedua secara nasional untuk komitmen alokasi APBD tertinggi di sektor pangan bagi tingkat pemerintah kota.