Berita Utama

Warga Jermal 7 Resah, Fauzi Dorong Polisi Perkuat Patroli dan Pengamanan

×

Warga Jermal 7 Resah, Fauzi Dorong Polisi Perkuat Patroli dan Pengamanan

Sebarkan artikel ini

Temuan tabung gas LPG 3 kilogram, dua kedai yang disebut dibobol, serta laporan aktivitas mencurigakan membuat warga meningkatkan kewaspadaan di kawasan Medan Denai.

Kolase foto Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Fauzi dan suasana gang murni V jalan jermal VII (seputaranindonesia.com/ist)

Medan, seputaranindonesia.com – Situasi keamanan di Gang Murni 5, Jalan Jermal 7, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Fauzi. Ia meminta kepolisian meningkatkan patroli menyusul meningkatnya keresahan warga setelah sejumlah kejadian terjadi di lingkungan tersebut.

Dorongan itu disampaikan setelah warga sebelumnya melaporkan kehilangan barang dari dua kedai. Dalam kejadian tersebut, sejumlah barang dagangan serta beberapa tabung gas LPG 3 kilogram disebut raib.

Kekhawatiran warga kembali muncul pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, sebuah tabung gas LPG 3 kilogram ditemukan di semak-semak yang berada di belakang cakruk warga.

Tabung tersebut ditemukan oleh warga yang biasa disapa Mak Ayu ketika sedang mencari daun pisang kering bersama sejumlah perempuan di sekitar lokasi. Temuan itu kemudian menjadi perhatian warga karena tidak diketahui siapa yang meletakkannya di tempat tersebut.

Untuk mencegah barang tersebut hilang atau disalahgunakan, warga membawa tabung gas itu ke salah satu rumah dan mengamankannya sementara. Mereka menunggu pihak yang merasa kehilangan datang mengambilnya.

Belakangan diketahui, tabung gas tersebut ternyata milik seorang penjahit yang menjalankan usaha di sekitar simpang Gang Murni. Pemiliknya mengaku kehilangan tabung ketika meninggalkan tempat usaha untuk sementara waktu. Saat itu, istrinya yang sedang sakit masih berada di lokasi.

Fauzi Minta Polisi Tingkatkan Kehadiran

Fauzi menilai laporan dan kekhawatiran masyarakat tidak semestinya diabaikan. Menurut dia, rasa aman merupakan kebutuhan dasar warga, terlebih ketika lingkungan permukiman mulai diwarnai sejumlah laporan kehilangan.

“Kalau masyarakat sudah mulai merasa tidak aman di lingkungan tempat tinggalnya, ini harus menjadi perhatian. Jangan menunggu sampai terjadi kejadian yang lebih besar baru dilakukan tindakan,” kata Fauzi.

Ia meminta jajaran kepolisian memperkuat patroli, terutama pada jam-jam yang dinilai rawan. Menurutnya, kehadiran petugas secara rutin dapat membantu mencegah terjadinya tindak kriminal sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Di sisi lain, Fauzi mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan terhadap seseorang hanya berdasarkan kecurigaan. Setiap dugaan aktivitas yang mencurigakan sebaiknya disampaikan kepada aparat agar dapat diperiksa berdasarkan ketentuan hukum.

“Kalau ada orang yang mencurigakan, jangan main hakim sendiri. Laporkan kepada aparat. Polisi yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan apakah ada pelanggaran hukum atau tidak,” ujarnya.

Aktivitas Mencurigakan Kembali Dilaporkan

Keresahan belum sepenuhnya mereda pada Minggu (23/8/2026). Ketika sebagian warga Gang Murni 5 sedang berlibur ke kawasan pantai di Kabupaten Serdang Bedagai, muncul informasi mengenai keberadaan seseorang di sekitar bengkel sepeda motor milik Wak Rahmat.

Informasi tersebut diketahui Taufik, salah seorang warga yang tidak mengikuti rombongan perjalanan ke pantai. Berdasarkan informasi warga, terdapat seseorang yang terlihat berada di sekitar bengkel dan gerak-geriknya dianggap mencurigakan.

Namun demikian, sampai saat ini belum terdapat kepastian bahwa orang tersebut memiliki hubungan dengan tindak pidana tertentu. Karena itu, informasi tersebut masih sebatas laporan mengenai aktivitas yang dinilai mencurigakan oleh warga.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya masyarakat juga menyebut adanya dua kedai yang pernah dibobol. Hilangnya sejumlah barang dagangan dan tabung gas LPG 3 kilogram dalam kejadian sebelumnya membuat warga semakin waspada terhadap orang yang tidak dikenal dan keluar-masuk kawasan permukiman.

Warga Diminta Tidak Main Hakim Sendiri

Fauzi menekankan bahwa persoalan keamanan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat. Menurutnya, diperlukan sinergi antara warga, perangkat lingkungan, dan aparat penegak hukum agar setiap laporan dapat ditangani secara tepat.

“Polisi harus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kalau sudah ada beberapa kejadian kehilangan dan warga mulai resah, saya kira patroli harus ditingkatkan,” tegasnya.

Selain meminta peningkatan patroli, ia mendorong masyarakat segera melaporkan apabila benar-benar menemukan kejadian pencurian atau aktivitas yang memiliki indikasi pelanggaran hukum. Langkah tersebut dinilai lebih tepat dibandingkan melakukan pemeriksaan atau tindakan sendiri terhadap orang yang dicurigai.

“Yang paling penting jangan sampai masyarakat mengambil tindakan sendiri. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Tetapi di sisi lain, laporan masyarakat juga harus ditindaklanjuti secara serius,” pungkasnya.

Fauzi berharap penguatan pengamanan dapat dilakukan sebelum keresahan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Ia juga meminta komunikasi antara masyarakat dan kepolisian tetap terbuka sehingga informasi mengenai keamanan lingkungan dapat segera ditindaklanjuti.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai rangkaian kejadian kehilangan maupun informasi terkait dugaan adanya orang yang mengintai bengkel warga tersebut.