Tersangka AK diduga memiliki peranan yang signifikan dalam skandal ini. Meskipun dia tidak lolos seleksi sebagai pegawai Komdigi, AK berhasil membuka dan menutup blokir situs judi online, yang membuat situs-situs tersebut tetap bisa diakses oleh para pemainnya.
Keterlibatan para pejabat dan pegawai Komdigi dalam kasus ini mengundang perhatian publik. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya Polri untuk mengusut tuntas kasus mafia akses judi online ini. “Kami akan terus bekerja sama dengan Polri untuk memastikan bahwa semua yang terlibat dalam praktik ilegal ini akan ditindak tegas,” tegas Meutya.
Dengan semakin berkembangnya penyelidikan, Polri diharapkan dapat mengungkap lebih banyak pelaku dan memutus jaringan mafia akses judi online yang meresahkan masyarakat.













