General Manager Regional I PGN, Andi Sangga, mengatakan penghentian distribusi gas merupakan bagian dari upaya pencegahan risiko selama investigasi berlangsung.
“Prinsipnya, demi alasan keselamatan kami masih menutup aliran gas di Perumahan Grand Polonia. Kami juga melakukan simulasi pengaliran menggunakan CNG agar bersama kepolisian dapat mencari titik kebocoran secara akurat,” kata Andi Sangga.
Ia menambahkan, PGN menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung untuk melakukan simulasi pengaliran melalui jaringan pipa. Cara tersebut diharapkan dapat membantu penyidik menemukan lokasi kebocoran tanpa mengaktifkan kembali pasokan gas ke seluruh kawasan perumahan.
PGN juga menegaskan hingga kini belum menyimpulkan bahwa jaringan gas yang dikelolanya menjadi penyebab utama ledakan. Perusahaan memilih menunggu hasil investigasi resmi yang dilakukan bersama kepolisian.
“Kami mendukung sepenuhnya proses investigasi bersama aparat kepolisian. Untuk penyebab pasti kejadian ini, kami menunggu hasil investigasi resmi,” ujar Andi.
Polda Sumatera Utara memastikan penyelidikan dilakukan secara objektif dan berdasarkan pembuktian ilmiah. Setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai, hasil akhir investigasi akan menjelaskan titik kebocoran, penyebab penyulutan, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian apabila ditemukan dalam proses penyidikan.













