Medan, seputaranindonesia.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menyetujui penyelesaian 18 perkara pidana yang melibatkan 21 tersangka melalui mekanisme Restorative Justice (RJ). Persetujuan ini diberikan setelah dilakukan ekspose perkara oleh Kejati Sumut kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAMPIDUM) Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Kajati Sumatera Utara, Dr. Harli Siregar, SH., M.Hum, mengatakan bahwa penerapan Restorative Justice menjadi salah satu bentuk komitmen Kejaksaan dalam mengedepankan penyelesaian perkara secara humanis dan berkeadilan sosial.
“Penerapan RJ ini dilakukan setelah melalui proses kajian yang cermat, mempertimbangkan aspek hukum, kemanusiaan, dan kepentingan masyarakat. Langkah ini juga menjadi implementasi semangat keadilan yang memulihkan, bukan semata-mata menghukum,” ujar Harli Siregar dalam keterangan resmi, Senin (6/10/2025).
Persetujuan tersebut dilakukan setelah Kajati Sumut didampingi Wakajati, Aspidum, serta para pejabat utama bidang Pidana Umum Kejati Sumut dan jajaran Kejaksaan Negeri Belawan, menggelar ekspose secara virtual bersama JAMPIDUM Kejaksaan Agung RI di Jakarta.













