Anam menjelaskan bahwa kedatangannya ke Palembang kali ini bertujuan untuk memantau secara langsung penanganan kasus penganiayaan terhadap dokter koas tersebut. “Secara kronologis, setelah kita cek, mulai dari laporan hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung, dan sudah ada satu orang tersangka yang ditetapkan,” terangnya.
Keberhasilan Polda Sumsel dalam mengungkap kasus ini tidak terlepas dari penerapan metode penyelidikan yang ilmiah, yang didukung oleh bukti-bukti digital yang kuat. Menanggapi dinamika yang berkembang di media sosial, Kompolnas juga menegaskan bahwa Polda Sumsel akan terus bekerja dengan profesionalisme yang tinggi.
“Bekerja secara profesional, dengan dasar alat bukti yang kuat dan nyata, apalagi ada jejak digitalnya, serta pendekatan Scientific Investigation Crime, adalah kunci utama dalam penanganan kasus ini,” jelas Anam.
Kompolnas juga memuji respon cepat Polda Sumsel dalam menangani kasus ini dan meminta agar masyarakat dan media turut mendukung kelancaran penyelidikan. “Kami meminta kepada rekan-rekan wartawan dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal kasus ini dan mendukung kinerja rekan-rekan yang ada di Polda Sumsel,” ujar Anam menutup pernyataannya.













