Hukum

Empat Kali Konfirmasi Belum Terjawab, Bank Mandiri Disorot dalam Sengketa Gugatan PT TSI di PN Medan

×

Empat Kali Konfirmasi Belum Terjawab, Bank Mandiri Disorot dalam Sengketa Gugatan PT TSI di PN Medan

Sebarkan artikel ini

Perkara Nomor 879/Pdt.G/2026/PN Mdn menyangkut fasilitas Kredit Modal Kerja revolving. Kuasa hukum PT TSI mempersoalkan 54 lembar cek dan penerapan SOP bank, sementara aksi nasabah yang direncanakan pada Senin (31/8/2026) tidak terlaksana.

Suasana di sekitar Kantor Wilayah Bank Mandiri Menara Medan, Senin (31/8/2026), saat awak media berupaya meminta klarifikasi terkait gugatan PT Toba Surimi Industries (PT TSI) dan informasi aksi sejumlah nasabah. (seputaranindonesia.com/ist)

MEDAN, seputaranindonesia.com — Upaya memperoleh penjelasan dari manajemen Bank Mandiri terkait sengketa dengan PT Toba Surimi Industries (PT TSI) di Pengadilan Negeri (PN) Medan belum membuahkan hasil. Hingga Senin (31/8/2026), awak media telah empat kali mendatangi Kantor Wilayah Bank Mandiri Menara Medan untuk meminta klarifikasi, termasuk mengenai perkara perdata yang sedang berjalan serta informasi terkait aksi sejumlah nasabah.

Perkara antara PT TSI dan Bank Mandiri tersebut terdaftar di PN Medan dengan Nomor 879/Pdt.G/2026/PN Mdn. Sengketa yang diperiksa dalam persidangan itu berkaitan dengan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) revolving.

Di tengah proses persidangan, salah satu hal yang menjadi perhatian pihak PT TSI adalah penggunaan 54 lembar cek dalam transaksi yang dipersoalkan.

Kuasa hukum PT TSI, David, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah fakta persidangan yang dinilai perlu mendapat perhatian, khususnya berkaitan dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta standar operasional prosedur (SOP) perbankan.

Menurut David, persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan pihak yang melakukan penarikan dana menggunakan 54 lembar cek tersebut. Pihak PT TSI menyebut transaksi dilakukan oleh orang yang tidak memperoleh kuasa dari Direktur Utama PT TSI untuk melakukan transaksi atas nama perusahaan.