Nias Barat, seputaranindonesia.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong penguatan program Universal Health Coverage (UHC) di daerah sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap jaminan dan pelayanan kesehatan.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengatakan, pemenuhan jaminan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah. Karena itu, implementasi UHC membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemerintah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Surya ketika memimpin rapat koordinasi penguatan UHC di Pendopo Bupati Nias Barat, Selasa (11/8/2026). Dalam kegiatan itu, Surya didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti.
Menurut Surya, pelaksanaan UHC tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah kepesertaan jaminan kesehatan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat.
“UHC ini adalah pelayanan wajib dasar yang harus dilaksanakan seluruh kepala daerah dan negara,” kata Surya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Nias Barat telah mencapai 97,84 persen dari total penduduk. Sementara itu, persentase peserta yang aktif tercatat sebesar 91,01 persen.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Nias Barat dalam kategori UHC Madya. Pemerintah Kabupaten Nias Barat kini berupaya meningkatkan capaian tersebut agar status UHC daerah itu dapat naik menjadi UHC Utama pada 2026.
Surya menilai peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan membutuhkan proses serta koordinasi lintas sektor. Ia meminta kolaborasi tidak hanya dilakukan antarinstansi pemerintah, tetapi juga diperkuat hingga tingkat pelayanan paling bawah.
“Dan untuk ini, tentu perlu waktu, itu tidak bisa seperti membalik telapak tangan, maka perlu kolaborasi yang kuat, hingga ke tingkat terbawah. Mudah-mudahan kerja sama kita, kolaborasi kita bisa mewujudkan visi misi kita bersama,” ujar Surya.
Ia berharap sinergi yang terbangun antara Pemprov Sumut dan Pemerintah Kabupaten Nias Barat dapat mempercepat pencapaian target UHC sekaligus meningkatkan mutu pelayanan yang diterima masyarakat.
Sementara itu, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu menilai keberadaan program UHC menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Eliyunus menyambut baik dukungan Pemprov Sumut terhadap penguatan UHC di Nias Barat. Menurutnya, pemerintah kabupaten akan terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan cakupan maupun keaktifan kepesertaan JKN.
Dari sisi fasilitas kesehatan, Kabupaten Nias Barat saat ini memiliki 13 puskesmas, empat klinik pratama, dan satu Rumah Sakit Umum Daerah yang menjadi bagian dari jaringan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“2026 kami ingin targetkan peningkatan status UHC Nias Barat menjadi UHC Utama, agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin menyeluruh,” kata Eliyunus.
Target tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat Nias Barat semakin mudah mendapatkan layanan ketika membutuhkan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Wakil Gubernur Sumut Surya turut didampingi Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib, Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat Alfi Syahrizal, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Achmad Fadly, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut Mulyono.













