Berita Utama

KMMB Sumut Ungkap Dugaan Hilangnya Aset Pabrik Sawit PTPN I di Langkat

×

KMMB Sumut Ungkap Dugaan Hilangnya Aset Pabrik Sawit PTPN I di Langkat

Sebarkan artikel ini

Mahasiswa Taksir Kerugian Negara Capai Rp20 Miliar, Soroti Minimnya Transparansi

Massa Koalisi Masyarakat Mahasiswa Bersatu (KMMB) Sumatera Utara menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa di depan Kantor PTPN I Regional I, Jalan Limau Manis, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (22/12/2025). (seputaranindonesia.com/Foto: Istimewa)

MEDAN, seputaranindonesia.com – Dugaan hilangnya aset negara kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Koalisi Masyarakat Mahasiswa Bersatu (KMMB) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa menyoroti dugaan hilangnya pabrik kelapa sawit milik PTPN I Regional I di Kabupaten Langkat.

Aksi tersebut berlangsung pada Senin (22/12/2025), diawali dengan demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Setelah itu, massa bergerak menuju Kantor PTPN I Regional I di Jalan Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam orasinya, massa menyampaikan dugaan bahwa aset pabrik kelapa sawit milik PTPN I yang berada di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, diduga tidak lagi tercatat secara jelas. Mereka memperkirakan potensi kerugian negara dari persoalan tersebut mencapai lebih dari Rp20 miliar.

Koordinator Aksi KMMB Sumut, Sutoyo, S.H., menegaskan bahwa aksi ini bertujuan mendorong keterbukaan informasi terkait pengelolaan aset negara. Ia menyebutkan, pengawasan publik diperlukan agar aset strategis negara tidak berpotensi menimbulkan kerugian.

Mahasiswa juga menilai perlunya aparat penegak hukum untuk menelusuri dugaan tersebut secara objektif dan profesional.

“Kami hadir untuk meminta penjelasan secara terbuka. Jika memang ada yang merasa keberatan dengan kritik kami, silakan ditempuh jalur hukum. Kami siap mempertanggungjawabkan sikap kami sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap aset negara,” ujar Sutoyo dalam orasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *