Medan, seputaranindonesia.com – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Muhammad Rezeki Nasution sebagai pelapor dan Anto Cs sebagai terlapor akhirnya menemukan solusi damai melalui pendekatan Restorative Justice. Dengan peran aktif Ketua Tim Advokasi Pasti Bobby Sumut, Dr. Muhammad Sa’i Rangkuti, SH., MH, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan konflik secara kekeluargaan.
Kesepakatan ini menjadi angin segar dalam penyelesaian konflik hukum, mengedepankan prinsip keadilan dan harmoni masyarakat. Surat Kesepakatan Perdamaian yang ditandatangani pada 18 November 2024, di Medan, menjadi bukti konkret keberhasilan pendekatan ini.
Latar Belakang Kasus
Kasus ini bermula dari laporan dugaan penganiayaan yang tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) nomor STTLP/B/1394. Insiden tersebut terjadi pada 31 Agustus 2024, di Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Tindakan pidana yang dilaporkan mengacu pada Pasal 351 Jo 170 KUHP.
Namun, dengan pendekatan humanis dan efisiensi hukum, proses ini berhasil diselesaikan tanpa harus melalui meja hijau.
Pernyataan Dr. Muhammad Sa’i Rangkuti













