Berita Utama

Bobby Nasution Tinjau Relokasi SMKN 1 Gido, Sekolah Langganan Banjir Dibangun di Lokasi Baru yang Lebih Aman

×

Bobby Nasution Tinjau Relokasi SMKN 1 Gido, Sekolah Langganan Banjir Dibangun di Lokasi Baru yang Lebih Aman

Sebarkan artikel ini

Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung November 2026, Pemprov Sumut juga menyiapkan akses jalan dan beasiswa bagi siswa berprestasi

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Gido di Desa Somi, Kabupaten Nias, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut dipindahkan ke lokasi baru yang lebih aman karena lokasi lama kerap terendam banjir. (seputaranindonesia.com/ist)

NIAS, seputaranindonesia.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Gido di Desa Somi, Kabupaten Nias, Rabu (15/7/2026). Relokasi dilakukan karena sekolah lama kerap terendam banjir dan dinilai tidak lagi layak digunakan sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar.

Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai pada November 2026 sehingga sekolah baru dapat segera difungsikan untuk mendukung proses pendidikan yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.

Bobby Nasution menjelaskan, lokasi sekolah sebelumnya berada di kawasan yang rawan genangan karena merupakan lahan pertanian basah dan berada dekat muara sungai. Selain itu, terdapat laporan mengenai kemunculan buaya di sekitar area tersebut yang dinilai membahayakan keselamatan warga sekolah.

“Statusnya juga lahan pertanian basah, hujan dikit langsung tergenang dan didekatnya ada muara, ada laporan pernah lihat buaya, jadi bahaya, jadi kita pindahin ke sini,” kata Bobby Nasution usai meninjau pembangunan relokasi SMKN 1 Gido.

Relokasi SMKN Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) tersebut mendapat dukungan masyarakat melalui hibah lahan seluas dua hektare dari Faonasekhi Lawolo.

“Kami tidak ada pengadaan lahan, Pak Faonasekhi Lawolo menghibahkan tanahnya seluas 2 hektare, kami sangat berterima kasih,” ujar Bobby Nasution didampingi Bupati Nias Yaatulo Gulo.

Pada tahap awal, pembangunan mencakup ruang kepala sekolah, ruang praktik, dua ruang kelas, toilet, menara air, sumur bor, serta berbagai fasilitas penunjang seperti podium, area parkir, jalan lingkungan sekolah, pagar, dan sarana pendukung lainnya.

Untuk mendukung akses menuju sekolah baru, Pemerintah Provinsi Sumut juga mengalokasikan hibah sebesar Rp5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Nias guna membangun jalan menuju lokasi.

“Setelah selesai nanti bisa langsung dipakai, kalau untuk jalan menuju ke sini kita sudah hibahkan ke Kabupaten Nias Rp5 miliar, jadi Kabupaten yang bangun,” kata Bobby.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution turut memberikan beasiswa kepada tiga siswa SMKN 1 Gido agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kalian mau kuliah di mana, kami akan bantu beasiswa, catet nama-namanya Pak Kadis (Kadis Pendidikan Alexander Sinulingga),” ujarnya.

Pemberi hibah lahan, Faonasekhi Lawolo, mengaku bersyukur dapat berkontribusi terhadap pembangunan pendidikan di desanya. Ia berharap sekolah baru mampu mencetak generasi yang lebih berkualitas dan membawa kemajuan bagi daerah.

“Mudah-mudahan anak cucu kami nanti terus bisa merasakan sekolah ini, semakin bagus, mereka semakin pintar, bisa buat maju kampung kami, buat kampung kami bangga,” katanya.

Sementara itu, salah seorang siswa SMKN 1 Gido, Fani Putri Zelita Gulo, mengungkapkan kondisi sekolah lama sering menghambat proses belajar karena banjir.

“Kalo hujan itu Pak, banjir, lantainya tergenang air, atapnya bocor, jadi kami ga jadi belajar, terus ikan yang dikolam untuk laboratorium kamipun ilang semua dibawa banjir, ngulang lagi kami pembibitan ikan,” kata Fani.