MEDAN, seputaranindonesia.com – Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu (AMSUB) kembali mengonsolidasikan kekuatan mahasiswa untuk menggelar aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Pahlawan, Selasa (10/11/2026). Mengusung tajuk “Sumatera Utara Tidak Diam!”, gerakan ini membawa lima tuntutan yang menyasar persoalan reformasi kepolisian, supremasi sipil, pemulihan bencana, hingga evaluasi terhadap kepemimpinan nasional.
Aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, dengan Lapangan Merdeka dan Gedung DPRD Sumatera Utara sebagai titik konsentrasi massa.
Seruan tersebut bukan sekadar agenda demonstrasi rutin. AMSUB ingin menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai ruang untuk mengingatkan pemerintah bahwa persoalan demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan publik.
Presidium AMSUB, Arya Laksana, dalam sikap gerakan ini menempatkan aksi 10 November sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam mengawasi jalannya kekuasaan. Menurut arah kritik yang diusung aliansi, mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi penonton ketika kebijakan publik, penegakan hukum, dan persoalan kemanusiaan membutuhkan perhatian serius.













