MEDAN, seputaranindonesia.com – Rencana pemeriksaan saksi dalam sidang perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Sherly di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Kelas IA tidak terlaksana sesuai jadwal. Persidangan yang digelar Selasa (7/4/2026) itu harus ditunda dan akan kembali dilanjutkan pada 14 April 2026.
Penundaan terjadi karena Ketua Majelis Hakim tidak dapat menghadiri persidangan lantaran menjalankan tugas lain. Kondisi ini menuai sorotan dari tim kuasa hukum terdakwa, mengingat seluruh saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah hadir di lokasi persidangan.
Perkara bernomor 214/Pid.Sus/2026/PN Lubuk Pakam tersebut merupakan sengketa hukum antara Sherly sebagai terdakwa dan mantan suaminya berinisial R yang bertindak sebagai pelapor.
Sidang digelar di ruang sidang 4 PN Lubuk Pakam Kelas IA yang beralamat di Jalan Sudirman No.58, Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Dalam keterangannya kepada awak media usai persidangan, tim kuasa hukum Sherly yang terdiri dari Jonson Sibarani, S.H., M.H., Togar Lubis, S.H., M.H., serta Sudirman, S.H., M.H., menyampaikan kekecewaan atas penundaan tersebut.













