“Upaya pertolongan segera dilakukan oleh warga setempat, namun korban tak kunjung ditemukan sehingga kejadian ini dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan,” jelasnya.
Setelah laporan diterima, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pos SAR Medan langsung menurunkan personel dan membentuk tim gabungan bersama unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dan memperluas radius pencarian.
Dalam prosesnya, tim menggunakan perahu LCR, perlengkapan rope rescue, hingga perangkat pendeteksi sonar bawah air untuk membantu identifikasi keberadaan korban.
“Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan, pencarian visual dari darat, dan alat pendeteksi sonar di bawah air,” katanya.
Setelah korban ditemukan, jenazah segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak sekitar 11 kilometer dari titik lokasi awal korban hanyut,” tutur Hery.
Ia menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam penanganan kondisi darurat di wilayah perairan.













