“Ketika ada masalah, kapan response time kita? Apakah menunggu atau bersiap melihat ada risiko? Kita harus mampu mengukur risiko dan menentukan kapan harus merespons. Di situ juga perlu kecepatan dan ketepatan waktu,” kata Rico Waas.
Rico juga meminta peserta pelatihan tidak menjadikan kegiatan tersebut sebagai formalitas untuk mengejar posisi atau kenaikan karier. Ia berharap para pejabat yang mengikuti pelatihan benar-benar mengalami peningkatan kapasitas dan mampu memperbaiki kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Masuklah ke sini karena ingin memastikan diri sendiri menjadi lebih baik, meningkat secara kapasitas, dan menjadi abdi negara yang lebih baik lagi. Kita mengabdi kepada bangsa, negara, dan masyarakat,” tegas Rico Waas.
Untuk menguji kesiapan peserta, Rico bahkan meminta sejumlah pejabat maju dan menjelaskan aksi perubahan yang akan mereka lakukan. Menurutnya, gagasan yang dirancang dalam pelatihan harus memiliki manfaat dan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Ia mengingatkan agar peserta tidak terjebak pada inovasi yang hanya terlihat modern, tetapi tidak memberikan manfaat nyata.













