Respons Pihak Rumah Sakit
Ketika wartawan berusaha mengonfirmasi langsung ke pihak rumah sakit, seorang petugas keamanan mengarahkan wartawan kepada Yuni, penanggung jawab bagian resepsionis. Namun, saat ditanya terkait pajak reklame dan retribusi parkir yang juga menjadi sorotan, Yuni mengatakan bahwa ia harus menghubungi seseorang terlebih dahulu. “Petugas yang menangani itu sedang tidak berada di tempat,” ujar Yuni setelah kembali dari melakukan panggilan telepon.
Selanjutnya, Yuni berjanji akan menanyakan hal tersebut kepada Pak Radit, Kepala Bagian Umum RS Umum MDN. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan atau respons resmi dari pihak rumah sakit terkait dugaan pelanggaran PBG maupun isu pajak reklame dan parkir.
Tanggapan Humas RS MDN
Pihak Humas RS MDN juga tidak memberikan jawaban tegas. Mereka meminta waktu untuk menghubungi wartawan kembali dengan alasan harus memeriksa informasi terlebih dahulu. Sikap ini memunculkan kesan bahwa pihak rumah sakit kurang transparan dalam menangani isu legalitas pembangunan gedung mereka.
Sorotan Masyarakat
Warga sekitar turut mempertanyakan keabsahan proyek tersebut. Mereka menilai, pembangunan berskala besar seperti ini seharusnya mematuhi seluruh peraturan yang berlaku. “Kalau proyek sebesar ini tidak ada izinnya, bagaimana nasib keamanan masyarakat di sekitar?” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.













