Medan, seputaranindonesia.com – Sebanyak 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sumatera Utara resmi dikukuhkan untuk menjalankan tugas pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pengukuhan dilakukan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (14/8/2026).
Bobby mengatakan tugas Paskibraka memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjalankan prosesi pengibaran Sang Merah Putih. Para anggota Paskibraka dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan sikap disiplin, berkarakter dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
“Menjadi Paskibraka bukan hanya PBB atau mengibarkan bendera merah putih, maknanya lebih dari itu, karakter, disiplin, tanggung jawab, dan keteladanan yang harus bisa kalian bawa ke tengah-tengah masyarakat,” kata Bobby Nasution.
Ke-74 anggota Paskibraka tersebut merupakan perwakilan dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Mereka terdiri dari 42 putra dan 32 putri dengan latar belakang yang beragam.
Bagi Bobby, keberagaman para anggota Paskibraka justru menggambarkan semangat persatuan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia meminta perbedaan latar belakang tidak menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan yang membuat setiap anggota mampu saling melengkapi dan bekerja bersama.
“Itu pelajaran penting dalam kehidupan, latar belakang berbeda, beda suku, agama, tetapi bersatu bergerak bersama. Kalian bisa jadi contoh persatuan yang sesungguhnya, kalian saling melengkapi, bukan malah terpecah,” ujarnya.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan peran Paskibraka sebagai generasi muda yang mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan salah satu rangkaian penting dalam peringatan kemerdekaan. Sikap yang ditunjukkan selama menjalankan tugas diharapkan dapat menjadi cerminan nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor menyampaikan bahwa Pemprov Sumut berkomitmen memperkuat pembinaan generasi muda melalui kolaborasi dengan berbagai unsur.
Pembinaan tersebut dilakukan dengan melibatkan sektor pendidikan, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan (Ormas), serta Purna Paskibraka. Sinergi tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang terkandung dalam simbol Merah Putih.
“Kolaborasi bersama pendidikan, TNI, Polri, Ormas dan Purna Paskibraka kami berkomitmen terus memperkuat pembinaan, berupaya membentuk pemuda yang bisa menjaga nilai di balik bendera merah putih, nilai perjuangan, air mata, doa, dan kalian Paskibraka harus bisa menjadi teladannya,” kata Timur.
Timur berharap pengalaman menjadi anggota Paskibraka tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai. Nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab dan semangat persatuan yang diperoleh selama proses pembinaan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keberadaan Paskibraka juga menjadi salah satu sarana pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong pembinaan yang melibatkan berbagai pihak agar nilai-nilai kebangsaan tetap tumbuh di kalangan pemuda.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumut, jajaran pelatih Paskibraka Sumut, serta Purna Paskibraka Sumut.
Dengan telah dikukuhkannya 74 anggota Paskibraka, mereka selanjutnya akan menjalankan tugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Provinsi Sumatera Utara.













