Sumatera Utara

PKN II Sumut Ditutup, Surya Tekankan Kepemimpinan Harus Tinggalkan Dampak Nyata

×

PKN II Sumut Ditutup, Surya Tekankan Kepemimpinan Harus Tinggalkan Dampak Nyata

Sebarkan artikel ini

Sebanyak 49 peserta mengikuti pelatihan hingga 25 September 2026, dengan fokus pada kepemimpinan adaptif dan transformasi tata kelola penanggulangan bencana.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (25/9/2026). (seputaranindonesia.com/ist)

Pemimpin Dituntut Terus Belajar

Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Erna Irawati dalam kesempatan yang sama menjelaskan empat kompetensi utama yang perlu dimiliki pemimpin, yakni kemampuan mengelola diri sendiri, mengelola orang lain, mengelola kinerja dan mengelola perubahan.

Menurut Erna, perubahan lingkungan pemerintahan berlangsung semakin cepat. Tantangan birokrasi juga tidak sebatas transformasi digital, tetapi mencakup kesiapan menghadapi berbagai situasi krisis.

Karena itu, pemimpin dituntut untuk memiliki kemauan belajar secara berkelanjutan.

“Kunci dari perubahan adalah belajar. Pemimpin ketika berhenti belajar, organisasinya tidak akan tumbuh. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang meninggalkan legacy (warisan kebermanfaatan) yang dimulai dari proses transformasi,” tutur Erna.

Ia juga meminta proyek perubahan yang telah dirancang selama PKN tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Gagasan tersebut diharapkan terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan organisasi dan masyarakat.

Diikuti 49 Peserta

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumut Agustinus Panjaitan melaporkan, PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 mengangkat tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Daerah”.

Program tersebut berlangsung selama lebih dari empat bulan, mulai 20 Mei hingga 25 September 2026.

Sebanyak 49 peserta mengikuti pelatihan. Mereka berasal dari sejumlah instansi, termasuk Pemerintah Provinsi Sumut, Kejaksaan Agung RI, serta pemerintah kabupaten/kota di Sumut dan sejumlah daerah lain, antara lain Kampar dan Pasaman Barat.

“Dari total 49 peserta, sebanyak 48 orang dinyatakan LULUS, sementara 1 orang ditunda kelulusannya dikarenakan sakit,” papar Agustinus.

Berbeda dari angkatan sebelumnya yang melakukan kunjungan ke lokasi best practice, Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Angkatan XII dilaksanakan di wilayah pascabencana Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dari kegiatan tersebut, peserta menyusun sejumlah rekomendasi yang berkaitan dengan penanganan kebencanaan. Rekomendasi itu mencakup penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan berbasis data, perlindungan serta perawatan kelompok rentan pascabencana, transformasi kepemimpinan melalui kolaborasi dan kearifan lokal, serta pemulihan pelayanan publik setelah bencana.

Rangkaian PKN Tingkat II Angkatan XII kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada lima peserta terbaik dan penyerahan rekomendasi kebijakan atau policy brief kepada pemerintah daerah.