Pertemuan dipandu dosen FEB UMSU Ade Gunawan selaku moderator dan menghadirkan dua pakar sebagai narasumber: Auditor Ahli Madya Perwakilan BPKP Sumut Tumpak Pasaribu, dan Direktur Utama PT KIM Daly Mulyana.
Dalam paparannya, Tumpak Pasaribu menekankan pentingnya penetapan target terukur melalui Key Performance Indicator KPI Korporasi dan KPI individu bagi masing-masing direksi.
“Pengembangan SDM, penguatan manajemen risiko, serta pengendalian intern yang ketat akan menjadi fondasi utama. Jika ini berjalan, peningkatan kinerja perusahaan dan optimalisasi pelayanan publik akan otomatis tercapai, yang berujung pada naiknya kontribusi PAD,” jelas Tumpak.
Sementara Dirut PT KIM Daly Mulyana menyoroti pentingnya penerapan lima prinsip utama tata kelola perusahaan yang baik: transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.
“Untuk menciptakan sistem tata kelola yang bersih dan sehat, syarat mutlaknya adalah tidak boleh ada konflik kepentingan. Menjalankan roda perusahaan dengan integritas tinggi dan meninggalkan legacy warisan kepemimpinan yang bagus jauh lebih penting untuk masa depan daerah. Kami juga sangat berharap bisa membangun sinergi strategis dengan PUD di Kota Medan ke depan,” pungkas Daly.













