“Jadi Aksi Kami ini juga untuk mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk tidak buang sampah disungai, kita dukung program pemerintah dengan mengajak warga tidak lagi buang sampah di sungai,” Jelas Majid yang juga asli anak bantaran sungai deli.
Selain itu, Majid juga menyayangkan disepanjang menyusuri Sungai Deli banyak terlihat pohon-pohon di pinggiran sungai habis ditebangi yang bisa berdampak terjadinya erosi dan abrasi sehingga dikhawatirkan suatu saat bisa saja terjadinya longsor yang dapat menyeret rumah warga saat banjir besar terjadi.
“Alhamdulillah, tadi kita sudah mengarungi Sungai Deli pakai ban lebih kurang sepanjang 3 km dimulai dari Avros Park hingga Finish di Kampung Aur. Kita sangat menyayangkan tidak adanya lagi pohon-pohon di pinggir sungai, padahal pohon tersebut bisa menjadi penopang untuk menghindari terjadinya longsor atau abrasi akibat derasnya arus sungai saat banjir yang berdampak rumah warga bisa saja terseret arus air banjir, ” ungkap Majid usai sampai finish di Kampung Aur.
Sementara itu, dari Tim SAR Rescue Aksi Beranyut Masyarakat Sungai Deli Budi Bahar Young mengapresiasi antusias masyarakat di bantaran sungai deli yang saling mendukung, Budi melihat mulai dari Lampu 1 Kelurahan Kampung Baru hingga Kelurahan Sei Mati dan Aur ramai warga menyaksikan aksi beranyut tersebut dan ikut bergabung beranyut dari lingkungannya hingga ke finish.













