Aspirasi lain datang dari Clara, warga Gang Sado, yang mengusulkan penambahan ruang sekolah serta bantuan bagi gereja HKBP di Jalan Taduan. Rico menyampaikan agar pihak sekolah maupun rumah ibadah yang membutuhkan dukungan pemerintah mengajukan proposal terlebih dahulu sehingga dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, H. Simanjuntak mengangkat persoalan saluran drainase yang mengalami hambatan di Jalan Taut. Ia juga menyinggung keterbatasan armada pengangkut sampah di kawasan tersebut.
Pemko Medan menargetkan penambahan armada pengangkut sampah hingga mencapai 30 truk. Rico meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan pelayanan di lapangan agar pengangkutan sampah dapat berjalan sesuai kebutuhan warga.
Menjelang berakhirnya kegiatan, Rico menekankan pentingnya respons cepat dari aparatur di tingkat kecamatan, kelurahan dan lingkungan. Menurutnya, perangkat kewilayahan menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga harus mampu mengetahui sekaligus merespons persoalan yang muncul.
“Camat, lurah, kepling harus cepat. Masalah apa pun cepat tanggap. Kalau ada masalah, laporkan. Masyarakat juga sampaikan secara langsung,” pesannya.













