Sumatera Utara

Malam Minggu Jadi Ruang Aduan Warga, Rico Waas Janjikan Pembenahan Sejumlah Titik di Tembung

×

Malam Minggu Jadi Ruang Aduan Warga, Rico Waas Janjikan Pembenahan Sejumlah Titik di Tembung

Sebarkan artikel ini

Program Sapa Warga di Jalan Durung, Medan Tembung, menampung keluhan soal drainase, jalan, penerangan, sampah, keamanan hingga bantuan sosial yang langsung ditindaklanjuti Pemko Medan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berdialog langsung dengan warga dalam kegiatan Sapa Warga di Jalan Durung, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (8/8/2026) malam. (seputaranindonesia.com/ist)

Medan, seputaranindonesia.com – Berbagai persoalan lingkungan dan pelayanan publik disampaikan langsung warga kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam agenda Sapa Warga di Jalan Durung, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (8/8/2026) malam. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, namun sejumlah keluhan yang muncul langsung mendapat respons dari jajaran Pemko Medan.

Rico Waas hadir bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Medan Citra Effendi Capah, Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi, Kasatpol PP Muhammad Yunus, Kepala Dinas Perhubungan Irsan Idris Nasution serta Camat Medan Tembung M. Idris.

Salah satu persoalan yang mencuat berkaitan dengan kondisi drainase. Nova, warga Jalan Taduan Gang Buntu, menyampaikan bahwa saluran air di kawasan tersebut telah dibangun sekitar 40 tahun lalu dan belum pernah diperbaiki. Ukurannya yang relatif kecil membuat air mudah meluap ketika hujan dan berpotensi menggenangi permukiman.

Menanggapi keluhan itu, Rico memastikan perbaikan drainase tersebut akan direalisasikan pada tahun ini. Ia juga meminta perangkat daerah terkait melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi infrastruktur yang dikeluhkan warga.

Keluhan serupa datang dari Benhard, warga Jalan Taduan. Ia meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan, drainase, penerangan jalan serta keamanan lingkungan melalui pengaktifan kembali poskamling.

Rico kemudian menginstruksikan Camat Medan Tembung dan Kepala Dinas SDABMBK untuk mengecek kondisi jalan dan saluran drainase. Pembenahan penerangan di Jalan Taduan dan Jalan Taut juga menjadi bagian dari tindak lanjut yang diminta.

Persoalan kebersihan lingkungan turut menjadi perhatian. Rico mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke saluran air karena penyumbatan drainase dapat memperbesar risiko genangan saat hujan. Di sisi lain, ia menargetkan poskamling kembali aktif dan membuka peluang penambahan anggaran pada tahun depan untuk mendukung kebutuhan peralatan keamanan lingkungan.

Aspirasi warga juga menyentuh pelayanan administrasi kependudukan. Musa Simanjorang menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan.

Rico menjelaskan bahwa sejumlah layanan, termasuk pengurusan KTP dan kartu keluarga, kini dapat dilakukan melalui kantor kecamatan. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tidak harus berulang kali datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen administrasi.

Sementara itu, Gomgom Sinaga dari Jalan Rela menyampaikan beberapa kebutuhan sekaligus, mulai dari perbaikan jalan dan drainase, penerangan lingkungan hingga dukungan bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Untuk persoalan infrastruktur, Rico memastikan Jalan Rela dan Jalan Keruntung akan ditangani pada tahun ini. Pekerjaan yang direncanakan mencakup pengaspalan dan pelebaran jalan, sedangkan persoalan lampu penerangan akan turut dibenahi. Adapun permintaan bantuan sosial akan diverifikasi lebih lanjut oleh Dinas Sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Rico juga mengingatkan warga mengenai akses pelayanan kesehatan menggunakan KTP sesuai dengan program yang berlaku. Ia turut menyampaikan rencana Pemko Medan menggelar Gerakan Pangan Murah di 268 titik sebagai salah satu langkah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pangan sekaligus mengantisipasi inflasi.

Masalah tata ruang dan drainase kemudian disampaikan Niko Nadeak. Ia menyoroti kondisi jalan di kawasan Sering yang menyempit akibat bangunan yang menjorok ke badan jalan. Selain itu, drainase di Gang Sado disebut belum tersambung.

Rico meminta Kepala Dinas SDABMBK bersama lurah setempat segera melakukan pengecekan terhadap kedua persoalan tersebut untuk menentukan langkah penanganannya.

Aspirasi lain datang dari Clara, warga Gang Sado, yang mengusulkan penambahan ruang sekolah serta bantuan bagi gereja HKBP di Jalan Taduan. Rico menyampaikan agar pihak sekolah maupun rumah ibadah yang membutuhkan dukungan pemerintah mengajukan proposal terlebih dahulu sehingga dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, H. Simanjuntak mengangkat persoalan saluran drainase yang mengalami hambatan di Jalan Taut. Ia juga menyinggung keterbatasan armada pengangkut sampah di kawasan tersebut.

Pemko Medan menargetkan penambahan armada pengangkut sampah hingga mencapai 30 truk. Rico meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan pelayanan di lapangan agar pengangkutan sampah dapat berjalan sesuai kebutuhan warga.

Menjelang berakhirnya kegiatan, Rico menekankan pentingnya respons cepat dari aparatur di tingkat kecamatan, kelurahan dan lingkungan. Menurutnya, perangkat kewilayahan menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga harus mampu mengetahui sekaligus merespons persoalan yang muncul.

“Camat, lurah, kepling harus cepat. Masalah apa pun cepat tanggap. Kalau ada masalah, laporkan. Masyarakat juga sampaikan secara langsung,” pesannya.

Rico menegaskan program Sapa Warga akan terus dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai persoalan yang belum terselesaikan diharapkan dapat dibenahi melalui koordinasi antara warga dan perangkat daerah.

“Yang masih kurang, mari kita perbaiki bersama. Ini malam minggu yang hangat. Malam mingguan bersama warga Medan Tembung. Setiap aspirasi yang disampaikan, kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pembangunan di tingkat lingkungan sangat beragam, mulai dari infrastruktur dasar hingga pelayanan administrasi dan kebutuhan sosial. Pemko Medan melalui jajaran terkait diharapkan dapat memastikan setiap aspirasi yang telah disampaikan memiliki tindak lanjut yang jelas.