Ekonomi

Jelang Kemerdekaan, Permintaan Batang Pinang Belum Bergerak: Baru 45 Batang Terjual

×

Jelang Kemerdekaan, Permintaan Batang Pinang Belum Bergerak: Baru 45 Batang Terjual

Sebarkan artikel ini

Penjualan 1–10 Agustus 2026 masih sekitar 30 persen di bawah perkiraan. Pengusaha menyiapkan stok dan menunggu potensi kenaikan pesanan pada enam hari terakhir sebelum 17 Agustus.

Sejumlah pekerja terlihat mempersiapkan batang pinang untuk kebutuhan perlombaan panjat pinang di lokasi usaha Gunawan Syahputra, menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (10/8/2026). (seputaranindonesia.com/Foto: Ist)

MEDAN, seputaranindonesia.com – Semarak perlombaan menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia belum sepenuhnya tercermin dari aktivitas perdagangan batang pinang. Hingga memasuki 10 Agustus 2026, permintaan terhadap perlengkapan panjat pinang masih tergolong rendah dibandingkan perkiraan penjual.

Gunawan Syahputra, salah satu pengusaha batang pinang, mencatat baru sekitar 45 batang yang terjual sejak 1 Agustus. Angka tersebut masih berada di bawah pencapaian yang biasanya ditargetkan pada periode serupa, yakni sekitar 70 batang atau lebih.

Menurut catatannya, kondisi penjualan tersebut setara dengan kekurangan sekitar 30 persen dari perkiraan penjualan.

“Dari tanggal 1 sampai tanggal 10, termasuk kurang, sekitar 30 persen. Sudah laku sekitar 45 batang,” kata Gunawan, Senin sore (10/8/2026).

Penjualan Masih Tertinggal dari Periode Biasanya

Gunawan belum bisa memastikan penyebab permintaan batang pinang belum mengalami peningkatan signifikan. Ia hanya melihat adanya perbedaan dibandingkan pola penjualan yang biasanya terjadi menjelang perayaan kemerdekaan.

Memasuki tanggal 10 Agustus, menurut pengalaman Gunawan, jumlah batang yang telah terjual biasanya sudah menembus 70 batang atau lebih.

“Saya kurang tahu. Setahu saya sekarang ini menggerakkan jualannya. Tadi kita waktu pasti-pasti tanggal 10 mencapai 70 batang ke atas, ini masih 40 batang,” ujarnya.

Kendati pesanan belum ramai, aktivitas produksi tetap berlangsung. Sejumlah pekerja di lokasi usaha masih mengolah batang yang tersedia, sementara Gunawan melayani pembeli dan calon pemesan.

Satu Batang Dibanderol Rp600 Ribu

Dari sisi harga, Gunawan menyebut batang pinang untuk kebutuhan perlombaan saat ini dihargai sekitar Rp600 ribu per batang apabila pelanggan mengambil langsung di tempat.

Sementara pelanggan yang meminta barang dikirim ke lokasi lain akan dikenakan biaya yang menyesuaikan jarak pengantaran.

“Sekarang dijemput Rp600 ribu. Kalau diantar tergantung jauh jaraknya,” katanya.

Batang pinang tersebut didatangkan dari wilayah Bahorok. Panjang batang yang disiapkan berada di sekitar 10 meter, dengan ukuran yang masih dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pelanggan.

11-16 Agustus Jadi Periode yang Ditunggu

Rendahnya penjualan hingga 10 Agustus belum membuat Gunawan mengubah perkiraannya mengenai prospek beberapa hari ke depan.

Ia justru memandang tanggal 11 hingga 16 Agustus sebagai periode yang berpotensi membawa peningkatan pesanan. Semakin dekat dengan pelaksanaan perlombaan, kebutuhan batang pinang diperkirakan mulai meningkat.

“Ya, mudah-mudahan nanti di tanggal 11 kemungkinan ramai. Kalau pesanan sudah banyak, satu batangan lebih, batangan lebih, berarti diprediksi sebelum 17 Agustus ini pesanan akan meningkat,” ujarnya.

Gunawan memperkirakan tambahan permintaan hingga menjelang 17 Agustus bisa berada di kisaran 70 batang.

“11 sampai tanggal 16 itu kemungkinan, enggak kemungkinan, keprediksi saya 70 batang lagi pasti putus,” katanya.

Stok Siap Pakai Masih Tersedia

Untuk menjaga kualitas dan memudahkan pelanggan, batang pinang yang masuk ke lokasi usaha tidak langsung diberikan dalam keadaan mentah.

Sebelum dijual, batang menjalani proses pengerjaan berupa pembersihan dan persiapan bagian-bagian yang diperlukan agar dapat digunakan dalam perlombaan.

“Kalau batang pinang kita sudah kita ketam, kita bersihkan, kita pasang lingkar, orang itu siap pakai,” jelasnya.

Hingga proses wawancara berlangsung, stok yang tersedia di lokasi usaha sekitar 25 batang. Gunawan juga masih menunggu pasokan tambahan untuk mengantisipasi apabila jumlah pesanan meningkat.

“Stoknya 25 batang. Ini saya minta batang pinang lagi. Pinang nanti sore masuk lagi,” katanya.

Dengan tambahan pasokan tersebut, Gunawan berharap penjualan mulai bergerak pada periode 11–16 Agustus. Lonjakan permintaan dalam rentang waktu tersebut dinilai penting untuk mengejar penjualan yang sampai 10 Agustus masih berada di bawah perkiraan.