Medan, seputaranindonesia.com – Pengembangan konektivitas penerbangan di Sumatera Utara kembali menghadapi sorotan terkait tingginya harga avtur di Bandara Internasional Kualanamu. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan daya saing bandara sekaligus perkembangan industri penerbangan di daerah.
Bobby menyampaikan hal itu saat menghadiri penerbangan perdana Wings Air yang menghubungkan Bandara Internasional Kualanamu (KNO) dengan Bandara Jenderal Besar AH Nasution di Mandailing Natal (Madina), Sabtu (1/8/2026).
Menurut Bobby, posisi Kualanamu sangat strategis karena berpotensi menjadi salah satu gerbang utama Indonesia bagian barat. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya optimal apabila biaya operasional penerbangan, termasuk kebutuhan avtur, masih relatif tinggi.
Persoalan harga avtur bahkan disebut berdampak terhadap keputusan sejumlah maskapai dalam menentukan lokasi pengisian bahan bakar pesawat.
“Saya dengar ada maskapai yang memilih mengisi bahan bakar di bandara lain karena biaya avtur di Kualanamu masih tinggi. Ini tentu menjadi perhatian bersama,” kata Bobby.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena biaya bahan bakar merupakan salah satu komponen penting dalam operasional penerbangan. Bobby berharap persoalan tersebut tidak berhenti menjadi pembahasan di tingkat daerah, tetapi dapat kembali didorong melalui komunikasi dengan pemerintah pusat.
Ia juga meminta dukungan anggota DPR RI asal Sumatera Utara agar persoalan harga avtur di Kualanamu dapat ikut diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan di tingkat nasional.
Bobby mengatakan isu mengenai harga avtur di Kualanamu bukan persoalan yang baru muncul. Menurut dia, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikannya sejak masih menjabat sebagai Wali Kota Medan dan kembali menjadi perhatian setelah dirinya memimpin Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Kita berharap persoalan ini bisa kembali dibahas dengan pemerintah pusat karena Kualanamu memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia bagian barat,” ujarnya.
Menurut Bobby, apabila harga avtur dapat lebih kompetitif, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh maskapai penerbangan. Penyesuaian tersebut juga berpotensi meningkatkan aktivitas penerbangan, membuka peluang munculnya rute baru, serta memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian Sumatera Utara.
Di tengah persoalan tersebut, pemerintah daerah juga menyambut pembukaan rute penerbangan baru yang menghubungkan Kualanamu dengan Mandailing Natal.
Bobby memberikan apresiasi kepada Lion Group atas dibukanya penerbangan langsung melalui Wings Air menuju Madina. Kehadiran rute tersebut dinilai memberikan alternatif transportasi yang lebih cepat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah.
Selama ini, perjalanan menuju Mandailing Natal dari wilayah Medan membutuhkan waktu relatif panjang apabila ditempuh melalui jalur darat. Dengan adanya koneksi udara secara langsung, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih efisien.
“Dengan adanya penerbangan langsung ini, jarak dan waktu tempuh menjadi lebih singkat. Masyarakat Medan maupun Mandailing Natal akan mendapatkan akses yang lebih cepat dan lebih mudah,” katanya.
Penerbangan perdana tersebut sekaligus memperluas konektivitas udara antara kawasan metropolitan Medan dan wilayah pantai barat Sumatera Utara. Bagi Mandailing Natal, akses penerbangan langsung diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi mobilitas masyarakat maupun kegiatan ekonomi.
Kehadiran rute baru juga dinilai memiliki keterkaitan dengan pengembangan potensi pariwisata daerah. Akses transportasi yang lebih mudah dapat menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya kunjungan masyarakat dari luar daerah.
Di sisi lain, keberadaan Kualanamu sebagai bandara utama Sumatera Utara menjadi semakin strategis apabila konektivitas antardaerah terus diperluas. Karena itu, persoalan biaya operasional penerbangan, termasuk harga avtur, menjadi salah satu isu yang menurut Bobby perlu mendapat perhatian dalam upaya memperkuat posisi bandara tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap pembukaan rute Kualanamu-Mandailing Natal tidak hanya memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari penguatan konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah.
Dengan bertambahnya rute penerbangan serta adanya dorongan untuk membuat biaya penerbangan lebih kompetitif, Kualanamu diharapkan dapat memainkan peran lebih besar sebagai penghubung Sumatera Utara dengan berbagai wilayah di Indonesia.
Bagi Mandailing Natal, penerbangan langsung tersebut diharapkan menjadi pintu masuk baru bagi peningkatan mobilitas, pariwisata dan kegiatan ekonomi. Sementara bagi Kualanamu, penguatan jaringan penerbangan dan dukungan kebijakan harga avtur dinilai penting untuk meningkatkan daya saingnya sebagai salah satu bandara strategis di kawasan Indonesia bagian barat.













