MEDAN, seputaranindonesia.com – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan efisiensi anggaran dengan menolak sejumlah pengajuan proyek dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut yang dinilai tidak rasional dan terindikasi mark up.
Bobby mengungkapkan, sejak ditetapkan sebagai pemenang Pilgub Sumut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), banyak pihak mulai mendekat dan mengajukan berbagai proyek untuk mendapat persetujuan.
Namun, menurut Bobby, sejumlah dokumen proyek justru langsung disodorkan untuk ditandatangani tanpa adanya pemaparan detail mengenai konsep maupun urgensi pembangunan.
“Ada yang datang mengucapkan selamat, habis itu minta tanda tangan. Saya bilang, ini proyek apa? Kok tiba-tiba sudah ada di meja saya,” ujar Bobby dalam keterangannya.
Salah satu proyek yang menjadi sorotannya yakni pembangunan fisik sebuah gedung dengan nilai anggaran mencapai Rp484 miliar. Bobby menilai proyek tersebut tidak pernah dipresentasikan secara terbuka, baik dari sisi perencanaan maupun rincian penggunaan anggaran.
“Gedungnya tidak pernah dipaparkan, tidak pernah diekspos, tiba-tiba minta diteken. Nilainya sampai ratusan miliar. Saya tolak,” tegasnya.
Bobby menekankan dirinya tidak akan menyetujui proyek yang proses pengajuannya tidak transparan dan tidak memiliki dasar kajian yang jelas.
Menurutnya, seluruh program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak sekadar menghabiskan anggaran daerah.
“Saya tidak mau tanda tangan kalau prosesnya tidak jelas. Semua harus transparan dan masuk akal,” katanya.
Ia juga memastikan akan memperketat pemeriksaan terhadap seluruh pengajuan proyek dari OPD guna mencegah praktik pemborosan anggaran maupun permainan proyek di lingkungan Pemprov Sumut.
Sikap tersebut, lanjut Bobby, menjadi peringatan bagi seluruh OPD agar tidak lagi mengajukan proyek yang dinilai janggal ataupun hanya mengandalkan kedekatan politik untuk memperoleh persetujuan anggaran.
“Setiap program pembangunan harus benar-benar berdampak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.













