Sumatera Utara

Bobby Nasution Tawarkan Empat Skema Satukan Kekuatan Ekonomi 10 Provinsi di Sumatera

×

Bobby Nasution Tawarkan Empat Skema Satukan Kekuatan Ekonomi 10 Provinsi di Sumatera

Sebarkan artikel ini

Dari hilirisasi komoditas, konektivitas logistik hingga stabilitas pangan, kerja sama lintas provinsi diarahkan menjadi kekuatan ekonomi kawasan

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan usulan kerja sama ekonomi dalam Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di Hotel JW Marriott Medan, Rabu (9/9/2026), yang membahas integrasi potensi ekonomi dan pembangunan lintas 10 provinsi di Pulau Sumatera. (seputaranindonesia.com/ist)

Ketahanan Pangan dan Agribisnis

Skema keempat diarahkan pada stabilitas harga pangan serta penguatan sektor agribisnis. Bobby mengaitkan kerja sama tersebut dengan dukungan terhadap agenda swasembada pangan nasional.

Sebagai salah satu contoh, Pemprov Sumut telah membangun gudang penyangga atau buffer stock pangan di Pulau Nias. Fasilitas tersebut terintegrasi dengan akses pelabuhan dan ditujukan untuk membantu menjaga ketersediaan sekaligus stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan tersebut.

“Harusnya di beberapa daerah terluar yang ada di daerah memiliki stok pangan, buffer stok minimal untuk 3 bulan pencadangan pangan suatu daerah,” kata Bobby.

Bobby kemudian memaparkan sejumlah data mengenai skala ekonomi Sumatera. Pada triwulan I 2026, kontribusi Pulau Sumatera terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 22,08 persen atau lebih dari Rp1.361 triliun. Pada semester I 2026, kontribusi tersebut disebut meningkat menjadi lebih dari Rp2.812 triliun.

Dari sisi kependudukan, Sumatera menyumbang sekitar 21,9 persen dari total penduduk Indonesia.

Sementara itu, sejumlah komoditas unggulan Sumatera memiliki kontribusi besar terhadap produksi nasional. Karet tercatat sekitar 75 persen, kopi 74 persen, dan kelapa sawit lebih dari 55 persen.

Kelapa dan tebu juga memberikan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap produksi nasional. Adapun kakao serta hasil laut dan perikanan masing-masing berada di atas 20 persen.

Bobby menilai besarnya skala produksi tersebut masih memberikan ruang bagi peningkatan kontribusi ekonomi Sumatera. Menurutnya, struktur perekonomian Sumatera masih banyak bertumpu pada produksi, sedangkan pengembangan industri pengolahan dapat menjadi ruang kerja sama berikutnya.

Karena itu, empat skema yang ditawarkan diarahkan untuk memperkuat hubungan antarprovinsi, mulai dari produksi komoditas, industri pengolahan, jaringan logistik, pembiayaan proyek hingga ketahanan pangan.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan harapan agar kerja sama antardaerah di Pulau Sumatera dapat terus dilanjutkan. Ia menilai penguatan koordinasi antarprovinsi penting untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Al Haris juga menyatakan dukungan terhadap gagasan yang disampaikan Bobby dalam rapat koordinasi tersebut.

“Yang penting adalah komitmen kita dalam rangka rakor ini bagaimana menguatkan peran penting provinsi di Pulau Sumatera sehingga tidak hanya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menguatkan ekonomi daerah di Pulau Sumatera ini,” kata Al Haris.

Rapat tersebut turut dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, serta Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor.