Konektivitas Antarwilayah
Skema kedua berkaitan dengan pembangunan kawasan yang terintegrasi, terutama melalui penguatan sistem logistik.
Bobby menyebut biaya logistik memiliki pengaruh sekitar 30 persen terhadap penentuan harga komoditas di Sumatera. Karena itu, peningkatan konektivitas dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing produk daerah.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pembangunan jalur kereta yang menghubungkan sentra produksi dengan karakter komoditas yang saling berkaitan, termasuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dengan konektivitas tersebut, hasil produksi dari sejumlah wilayah dapat dikonsolidasikan sebelum diarahkan menuju jalur perdagangan internasional. Bobby juga menyebut peluang pemanfaatan jalur Selat Malaka dan Samudra Hindia untuk menjangkau pasar Tiongkok dan India.
Pembiayaan Proyek Lintas Provinsi
Skema ketiga yang ditawarkan Bobby adalah kerja sama berbasis proyek dengan target pelaksanaan yang jelas dan tepat waktu. Ia menilai sejumlah gagasan kerja sama selama ini masih banyak berada pada tahap wacana sehingga membutuhkan mekanisme pembiayaan dan kelembagaan yang lebih konkret.
Salah satu alternatif yang diusulkan adalah pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bersama yang melibatkan provinsi-provinsi di Sumatera. Model tersebut ditawarkan sebagai salah satu pilihan untuk mendukung pembiayaan proyek kawasan.
Selain itu, Bobby mengusulkan pembentukan sindikasi perbankan pembangunan daerah (BPD) yang melibatkan delapan BPD milik 10 provinsi di Sumatera.













