“Selain ikhtiar secara fisik dan keilmuan, untuk mencegah bencana tanpa ada program tanpa anggaran yaitu kita berdoa dan kembali ke jalan Allah dan syiar Islam menjadi pegangan teguh,” katanya.
Bobby menilai selama ini masyarakat cenderung memandang MTQ hanya sebagai kegiatan yang berlangsung beberapa hari. Karena itu, ia mendorong agar semangat dan pesan yang dibawa MTQ terus hidup sepanjang tahun melalui berbagai program pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.
Ia juga berharap LPTQ Sumut dapat menjalankan berbagai kegiatan syiar Islam secara rutin, seperti pengajian bulanan, tabligh akbar, serta doa bersama yang dilaksanakan secara bergantian di berbagai daerah di Sumatera Utara.
“LPTQ bukan lembaga yang bekerja setahun sekali. Kegiatannya harus berkesinambungan sehingga syiar Alquran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Melalui MTQ ke-40 ini, Bobby berharap lahir qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Sumatera Utara, sekaligus menjadikan daerah tersebut senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.
“Harapan kami, MTQ ke-40 ini benar-benar menjadi syiar Alquran yang tidak hanya rutin dilaksanakan, tetapi juga memberi manfaat dan keberkahan yang dirasakan sepanjang tahun oleh masyarakat Sumatera Utara,” tutupnya.













