Sumatera Utara

Banjir Mengintai, Fauzi Dorong Warga Medan Jadikan Sampah Sumber Penghasilan

×

Banjir Mengintai, Fauzi Dorong Warga Medan Jadikan Sampah Sumber Penghasilan

Sebarkan artikel ini

Sosialisasi Perda Persampahan di Medan Kota dan Medan Area membuka ruang keluhan warga soal pengangkutan sampah sekaligus mendorong pembentukan Bank Sampah di tingkat lingkungan.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi SH, menyampaikan sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan kepada warga di kawasan Medan Kota dan Medan Area, Minggu (13/9/2026), dengan menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan memilah sampah untuk mengantisipasi persoalan lingkungan saat musim hujan. (seputaranindonesia.com/ist)

Warga Usulkan Bank Sampah

Dalam sesi dialog, persoalan fasilitas pengelolaan sampah menjadi salah satu hal yang disampaikan masyarakat. Sri Sukarni, salah seorang warga, berharap keberadaan Bank Sampah dapat diwujudkan di wilayah tempat tinggalnya.

Menurut Sri, warga selama ini mengalami kendala karena belum memiliki tempat yang dapat digunakan untuk menabung atau mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

“Selama ini kesulitan kami memang tempat menabung sampah. Semoga tahun ini harapan itu tercapai dan mohon bantuan Pak Fauzi,” harapnya.

Direktur Utama Bank Sampah, Indra Pohan, menjelaskan bahwa pembentukan Bank Sampah tidak harus menunggu kelompok besar. Warga yang memiliki kepedulian dapat terlebih dahulu membentuk kelompok dan menentukan lokasi yang dianggap sesuai.

“Kalau sudah ada beberapa kumpulan sudah bisa dibentuk buk. Pilih di mana lokasinya, jika sudah sesuai infokan ke saya biar dibantu. Sementara sampah kalau tidak diangkut-angkut, laporkan pak ke kepala lingkungan (kepling) atau foto laporkan ke saya biar cepat ditindaklanjuti,” katanya.

Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu cara mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan, sedangkan jenis sampah lainnya dapat ditangani melalui mekanisme pengelolaan yang tersedia.