Berita Utama & Headline

Bobby Nasution Soroti Kendaraan Dinas Pemprov Sumut, Stiker Khusus Dipasang untuk Cegah Penyalahgunaan

2
×

Bobby Nasution Soroti Kendaraan Dinas Pemprov Sumut, Stiker Khusus Dipasang untuk Cegah Penyalahgunaan

Sebarkan artikel ini

Gubernur Sumut minta kendaraan operasional diprioritaskan untuk tugas kedinasan demi efisiensi anggaran dan pengawasan publik

Kendaraan dinas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah dipasangi stiker kolaborasi sebagai penanda penggunaan untuk kepentingan kedinasan, di Medan, Selasa (12/5/2026). (seputaranindonesia.com/Foto: Ist).

MEDAN, seputaranindonesia.com – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut harus diprioritaskan untuk kepentingan kedinasan dan mendukung efisiensi anggaran pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026), menyusul hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut telah menggunakan penanda khusus berupa stiker kolaborasi pada kendaraan operasional pemerintah.

Menurut Bobby, langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai membantu pengawasan agar kendaraan dinas tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Alhamdulillah hampir semua OPD sudah memakai dan mendapat respons positif dari masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan program tersebut tidak menggunakan anggaran khusus pemerintah, melainkan hanya berupa imbauan untuk meningkatkan disiplin penggunaan fasilitas negara.

“Ini bukan menggunakan anggaran khusus. Kita hanya mengimbau agar kendaraan dinas benar-benar dipakai untuk kegiatan kedinasan,” katanya.

Bobby mengatakan kebijakan itu juga menjadi bagian dari upaya efisiensi di lingkungan Pemprov Sumut, terutama dalam menekan pengeluaran bahan bakar kendaraan operasional.

Menurutnya, sebagian besar kendaraan dinas masih menggunakan bahan bakar solar yang saat ini mengalami kenaikan biaya.

“Di masa efisiensi ini kita harus melihat penggunaan kendaraan lebih efektif. Banyak kendaraan memakai solar dan biaya bahan bakar sekarang cukup tinggi,” tandasnya.

Karena itu, Bobby meminta seluruh OPD lebih selektif menggunakan kendaraan dinas dan memprioritaskan perjalanan yang benar-benar berkaitan dengan tugas pemerintahan.

“Pilih kegiatan yang memang prioritas dan penting agar penggunaan kendaraan operasional lebih efisien,” pungkasnya.