Hukum & Kriminal

Suami Tikam Istri di Serdang Bedagai karena Cemburu, Desa Suka Damai Mendadak Mencekam

6
×

Suami Tikam Istri di Serdang Bedagai karena Cemburu, Desa Suka Damai Mendadak Mencekam

Sebarkan artikel ini
Tersangka penikaman istri. (seputaranindonesia.com/ist)

Sergai, seputaranindonesia.com – Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mendadak berubah mencekam pada Sabtu malam, ketika seorang suami nekat mengakhiri hidup istrinya dengan brutal. Tragedi ini diduga dipicu oleh rasa cemburu yang berujung penikaman, yang membuat kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan ketakutan di masyarakat sekitar.

Kepolisian pun bergerak cepat untuk mengungkap fakta di balik tragedi ini dan menangkap pelaku. Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai, AKP Donny P. Simatupang, insiden terjadi pada Sabtu (2/11/2024), di mana korban, Hertalina Simanjuntak (46), seorang petani, ditikam oleh suaminya, Agus Herbin Tambun.

Sebelum peristiwa tragis itu, Hertalina bersama keluarganya tengah menikmati waktu bersama di rumah, bernyanyi karaoke untuk menghabiskan akhir pekan. Namun, kebahagiaan itu seketika berubah mencekam ketika Agus tiba-tiba menyerang istrinya dengan pisau. “Pelaku menghampiri korban dalam sekejap, mengambil pisau dari meja, dan langsung menikam korban lima kali: satu tusukan ke perut, satu ke dada, dan dua kali di tangan kiri,” jelas AKP Donny.

Dalam situasi panik dan bingung, Hertalina tidak sempat menghindar. Ia mengalami luka kritis dan segera dilarikan oleh keluarga ke Rumah Sakit CHEVANI. Sayangnya, nyawa Hertalina tak tertolong. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk menjalani visum.

AKP Donny menambahkan bahwa setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian melakukan sejumlah tindakan, termasuk cek dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemasangan garis polisi, serta membawa jenazah untuk visum dan autopsi guna mendalami penyebab kematian secara pasti. “Setelah penangkapan, kami segera melakukan olah TKP dan membawa jenazah korban untuk autopsi,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga segera memburu pelaku yang sempat melarikan diri usai melakukan aksinya. Melalui informasi dari masyarakat setempat, polisi akhirnya menemukan Agus di lokasi persembunyiannya di rumah kerabat di Dusun II, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban.

Polisi bergerak cepat ke lokasi persembunyian pelaku, dan akhirnya berhasil menangkapnya tanpa perlawanan. Mereka juga mengamankan pisau yang diduga kuat digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Dalam interogasi awal, Agus mengaku tindakannya dipicu oleh rasa sakit hati dan cemburu. Ia merasa istrinya masih sering berhubungan dengan mantan suaminya, yang membuatnya nekat melakukan tindakan sadis tersebut. “Pisau yang digunakan adalah milik korban sendiri, yang biasa digunakan untuk memotong jeruk,” tambah AKP Donny.

Tragedi ini menjadi pembelajaran keras bagi masyarakat sekitar tentang bahaya emosi yang tak terkendali. Saat ini, pelaku tengah ditahan di Mapolres Serdang Bedagai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *