LifestyleSumatera Utara

Rico Waas Targetkan SK FPLA Medan Rampung Sepekan, Pemuda Lintas Agama Diminta Bergerak Nyata

×

Rico Waas Targetkan SK FPLA Medan Rampung Sepekan, Pemuda Lintas Agama Diminta Bergerak Nyata

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi pengurus Forum Pemuda Lintas Agama Kota Medan di Balai Kota, Jumat (16/10/2026). (seputaranindonesia.com/Foto: Ist)

MEDAN, seputaranindonesia.com/ – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) tidak berhenti sebagai simbol persatuan, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan program pemberdayaan pemuda, pengembangan kreativitas, dan aksi sosial bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Rico saat menerima audiensi pengurus FPLA Kota Medan di Balai Kota, Jumat (16/10/2026). Pertemuan itu turut membahas penerbitan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar hukum pembentukan dan pelaksanaan kegiatan forum tersebut.

Rico menegaskan, keberagaman masyarakat Medan perlu dirawat melalui keterlibatan aktif generasi muda. Menurutnya, perbedaan latar belakang agama seharusnya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, mempererat kebersamaan, dan mendukung pembangunan kota.

“Saya berharap lebih berbicara tentang pemberdayaan anak muda dan keagamaan. Perbedaan ini membuat kita saling melengkapi. Fungsi anak muda adalah menjadi simbolistik yang memperlihatkan kekompakan di tengah masyarakat,” ujar Rico.

Dalam audiensi tersebut, Rico didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Andi Mario, Kepala Bagian Hukum Junaidi Sanjaya, serta Pelaksana Tugas (Plt) BKAD Suluh Aulia.

SK Ditargetkan Rampung Minggu Depan

Selain mendorong program yang bermanfaat, Rico meminta agar proses administrasi pembentukan FPLA tidak berlarut-larut. Ia menyatakan Pemko Medan akan mempermudah mekanisme penerbitan SK agar forum tersebut dapat segera menjalankan kegiatannya.

“Minggu depan sudah selesai, saya tidak ingin lama-lama. Mekanismenya dipermudah,” tegas Rico.

Setelah memiliki landasan hukum, FPLA diharapkan dapat menyusun program kerja yang terarah, mulai dari pengembangan potensi pemuda, kegiatan kreatif lintas agama, hingga penguatan pemahaman keagamaan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Rico juga mendorong para pengurus untuk merangkul organisasi kepemudaan yang belum bergabung. Semakin banyak unsur pemuda yang terlibat, menurutnya, semakin terbuka peluang membangun kerja sama yang memberi manfaat bagi Kota Medan.

Tak Hanya Kerukunan, Pemuda Didorong Terlibat dalam Aksi Kemanusiaan

Rico turut menekankan pentingnya keterlibatan FPLA dalam kegiatan kemanusiaan. Para pemuda lintas agama diharapkan bersedia menjadi relawan dan turun membantu masyarakat ketika terjadi bencana.

Baginya, semangat persaudaraan antarumat beragama perlu diwujudkan melalui tindakan konkret. Karena itu, kegiatan FPLA diharapkan tidak hanya berupa pertemuan atau agenda seremonial, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan agar program forum dirancang dengan memperhatikan keberadaan organisasi dan wadah kerukunan yang sudah berjalan, terutama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Sinergi diperlukan agar FPLA dapat memperkuat kerukunan sekaligus mengembangkan peran pemuda tanpa tumpang tindih kewenangan.

FPLA Diharapkan Tampilkan Wajah Medan yang Majemuk

Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Irsan Armadi menyampaikan bahwa pembentukan FPLA Kota Medan merupakan upaya memperkuat kontribusi generasi muda dari berbagai latar belakang agama.

Ia menjelaskan, forum serupa telah terbentuk di Kabupaten Deli Serdang. Untuk Kota Medan, keberadaan landasan hukum dinilai penting agar organisasi dapat menjalankan program secara lebih terarah.

Irsan berharap FPLA dapat menjadi terobosan untuk memperkenalkan karakter Medan sebagai kota yang heterogen sekaligus harmonis. Salah satu gagasan yang disampaikan ialah melibatkan pemuda lintas agama dalam kegiatan di berbagai destinasi wisata kota.

Melalui kegiatan tersebut, keberagaman diharapkan dapat ditampilkan sebagai bagian dari identitas Medan, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi persatuan dan kerja sama.

Dengan dukungan Pemko Medan, FPLA diharapkan segera memiliki dasar hukum dan menjalankan program yang berkelanjutan. Pemberdayaan pemuda, pengembangan kreativitas, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan menjadi sejumlah ruang kontribusi yang diharapkan memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.