Politik

Medan Genjot Proyek PSEL, Target Lahan 14,4 Hektare Tuntas 2026 untuk Produksi Listrik dari Sampah

×

Medan Genjot Proyek PSEL, Target Lahan 14,4 Hektare Tuntas 2026 untuk Produksi Listrik dari Sampah

Sebarkan artikel ini

Pemko Medan Sudah Amankan 5 Hektare di Marelan, Sisa Lahan Dikejar Seiring Penguatan Anggaran

Wiriya Alrahman selaku Sekda Kota Medan mengikuti rapat koordinasi kesiapan PSEL melalui sambungan virtual di Command Center Balai Kota Medan sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, Rabu (11/3/26). (seputaranindonesia.com/Foto: Ist)

MEDAN, seputaranindonesia.com – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mempercepat langkah pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari strategi penanganan sampah berbasis teknologi modern. Proyek ini diproyeksikan tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghadirkan sumber energi alternatif dari limbah perkotaan.

Komitmen tersebut terlihat dari kesiapan lahan dan dukungan anggaran yang mulai difokuskan untuk tahun 2026. Pemko Medan menilai keberadaan PSEL akan menjadi solusi berkelanjutan di tengah meningkatnya produksi sampah harian di kota tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengungkapkan bahwa saat ini lahan seluas 5 hektare telah tersedia dan berada di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Lokasi itu berdampingan langsung dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun yang selama ini menjadi pusat pengelolaan sampah.

“Lahan seluas 5 hektare ini memang kita siapkan khusus untuk pembangunan PSEL dan posisinya bersebelahan langsung dengan TPA Terjun,” ujar Wiriya.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pemerintah Daerah (Pemda) PSEL Batch 2 yang digelar secara virtual pada Rabu (11/3/26). Agenda tersebut dipimpin Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Kementerian Dalam Negeri, Drs Amran, dan diikuti dari Command Center Balai Kota Medan.