Sumatera Utara

Jalur Alternatif Medan-Berastagi Disiapkan, Pemprov Sumut Targetkan Pengerjaan Mulai 2027

×

Jalur Alternatif Medan-Berastagi Disiapkan, Pemprov Sumut Targetkan Pengerjaan Mulai 2027

Sebarkan artikel ini

Ruas Wisata Disiapkan untuk Mengurai Kepadatan Jalan Jamin Ginting, Sejumlah Titik Akan Dilebarkan dan Dibangun Infrastruktur Pendukung

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi pengurus Ikatan Cendekiawan Karo (ICK) di Mikie Holiday Resort and Hotel, Jalan Jamin Ginting Sempajaya, Kabupaten Karo, Rabu (2/9/2026), membahas rencana penataan jalur alternatif Medan–Berastagi untuk mendukung kelancaran kendaraan wisata. (seputaranindonesia.com/ist)

Rest Area dan Trase Baru Ikut Disiapkan

Pemerintah juga merancang pembangunan rest area berskala besar di kawasan Suka Nalu. Lokasinya berada pada jalur sepanjang 14 kilometer menuju SMK Negeri Murni.

Rest area tersebut direncanakan menggunakan konsep terbuka dan diarahkan menjadi salah satu titik persinggahan bagi wisatawan yang melintas.

Penataan jalur juga mencakup pembangunan trase baru sepanjang 3,8 kilometer dari Sibiru-biru yang akan menembus kawasan Pertamina/Simpang Ketaren.

Jika seluruh rencana tersebut direalisasikan, panjang keseluruhan intervensi jalan penunjang dari Medan hingga kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 28 kilometer.

Infrastruktur Wisata Tak Hanya Jalan

Bobby mengatakan, pengembangan akses transportasi juga perlu diikuti dengan pembenahan kawasan wisata. Pemprov Sumut menilai kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dan Tugu Perjuangan Berastagi menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.

Meski demikian, Pemprov Sumut tidak berencana membangun fasilitas komersial berskala besar seperti mal maupun hotel di kawasan tersebut.

Prioritas diarahkan pada pembangunan infrastruktur dasar, antara lain penerangan jalan, drainase, jalur pedestrian, dan ruang publik.

Menurut Bobby, pembenahan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.

“Kami ingin intervensi kawasan ini memberikan dampak ekonomi (positive spillover) bagi masyarakat lokal, mirip seperti yang kami lakukan saat meremajakan kawasan Kota Lama Medan,” tambah Bobby.

Rencana pengembangan tersebut telah diselaraskan dengan dokumen RPJMD Pemprov Sumut, terutama terkait pengembangan kawasan wisata pegunungan yang mencakup Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.