Rest Area dan Trase Baru Ikut Disiapkan
Pemerintah juga merancang pembangunan rest area berskala besar di kawasan Suka Nalu. Lokasinya berada pada jalur sepanjang 14 kilometer menuju SMK Negeri Murni.
Rest area tersebut direncanakan menggunakan konsep terbuka dan diarahkan menjadi salah satu titik persinggahan bagi wisatawan yang melintas.
Penataan jalur juga mencakup pembangunan trase baru sepanjang 3,8 kilometer dari Sibiru-biru yang akan menembus kawasan Pertamina/Simpang Ketaren.
Jika seluruh rencana tersebut direalisasikan, panjang keseluruhan intervensi jalan penunjang dari Medan hingga kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 28 kilometer.
Infrastruktur Wisata Tak Hanya Jalan
Bobby mengatakan, pengembangan akses transportasi juga perlu diikuti dengan pembenahan kawasan wisata. Pemprov Sumut menilai kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dan Tugu Perjuangan Berastagi menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.
Meski demikian, Pemprov Sumut tidak berencana membangun fasilitas komersial berskala besar seperti mal maupun hotel di kawasan tersebut.
Prioritas diarahkan pada pembangunan infrastruktur dasar, antara lain penerangan jalan, drainase, jalur pedestrian, dan ruang publik.
Menurut Bobby, pembenahan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.
“Kami ingin intervensi kawasan ini memberikan dampak ekonomi (positive spillover) bagi masyarakat lokal, mirip seperti yang kami lakukan saat meremajakan kawasan Kota Lama Medan,” tambah Bobby.
Rencana pengembangan tersebut telah diselaraskan dengan dokumen RPJMD Pemprov Sumut, terutama terkait pengembangan kawasan wisata pegunungan yang mencakup Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.













