Sumatera Utara

HUT RI ke-81, Rico Waas Tekankan Kemerdekaan Harus Terasa dalam Pelayanan Warga

×

HUT RI ke-81, Rico Waas Tekankan Kemerdekaan Harus Terasa dalam Pelayanan Warga

Sebarkan artikel ini

Wali Kota Medan menyoroti pembenahan layanan dasar, infrastruktur, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan UMKM sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat kemerdekaan secara nyata bagi masyarakat.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan pandangannya mengenai makna Kemerdekaan RI ke-81 dan peningkatan pelayanan masyarakat dalam program Talkshow bersama I-News, Sabtu (8/8/2026). (seputaranindonesia.com/ist)

Medan, seputaranindonesia.com – Peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Medan untuk mengevaluasi sejauh mana pembangunan telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa makna kemerdekaan harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang semakin cepat, pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat mengikuti Talkshow bersama I-News, Sabtu (8/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia memaparkan arah pembangunan Kota Medan sekaligus berbagai upaya pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Rico, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya terlihat dari perubahan fisik kota. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang responsif serta memiliki kesempatan untuk berkembang melalui dukungan di bidang ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Memaknai Kemerdekaan ke-81 tahun, sudah sejauh mana masyarakat bisa merasakan kemerdekaan secara utuh. Tentunya kita harus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat merasakan memiliki kota ini seutuhnya.
Saya selalu ingatkan jajaran Pemko Medan harus menjadi bagian dari masyarakat, mendegar dan merespon cepat setiap keluhan masyarakat,” Kata Rico Waas.

Rico mengatakan posisi Medan sebagai kota terbesar di luar Pulau Jawa sekaligus salah satu pintu gerbang strategis Sumatra menuju negara tetangga memberikan peluang besar untuk dikembangkan. Potensi tersebut, menurutnya, harus diiringi dengan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Karena itu, pemerintah kota tidak hanya berkonsentrasi pada pembangunan sarana dan prasarana. Aspek manusia juga menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan serta penguatan usaha mikro, kecil dan menengah.

“Maka dari itu kami terus menyiapkan kebutuhan primer masyarakat baik dari segi infrastruktur maupun dari manusianya, melalui pembukaan lapangan pekerjaan, kesehatan, pendidikan, dan pembgembangan UMKM,” Ujar Rico Waas.

Untuk memperbaiki pelayanan sekaligus meningkatkan tata kelola pemerintahan, Pemko Medan juga melakukan sejumlah inovasi berbasis teknologi. Salah satunya diterapkan pada sektor perpajakan daerah melalui aplikasi Qresto atau Quick Response Electronic Splitting System For Tax Optimization.

Sistem tersebut menggunakan mekanisme split bill atau pemisahan tagihan secara real-time dalam proses pembayaran pajak daerah. Digitalisasi ini menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah kota untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sektor pajak.

Selain inovasi digital, pendekatan langsung kepada masyarakat juga menjadi bagian dari strategi Rico Waas dalam menyerap kebutuhan warga. Melalui program “Sapa Warga”, wali kota turun langsung untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan persoalan yang disampaikan masyarakat.

“Lebih efektif apabila kita langsung datang menjumpai warga di setiap kecamatan sembari bergotong royong bersama,” bilangnya.

Rico menilai komunikasi langsung dengan masyarakat dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai persoalan yang dihadapi warga di setiap wilayah. Pola tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah untuk merespons kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi di lapangan.

Meski berbagai program telah dijalankan, Rico mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan Pemko Medan. Karena itu, pembangunan kota menurutnya tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk membangun bersama kota ini, sebagaimana tagline kita Medan Untuk Semua,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya berkaitan dengan perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.