Keluhan juga datang dari Kolonel Purnawirawan Hermansyah. Rumahnya yang berbatasan langsung dengan sungai kini terancam ambrol akibat erosi air yang kian mengikis daratan. Selain ancaman longsor, ia juga mengeluhkan jalanan berlubang dan bahaya kabel listrik yang menjuntai rendah di sekitar lapangan olahraga. “Kalau tersentuh orang, bisa langsung meninggal, Pak. Ini sangat berbahaya,” tutur Hermansyah.
Merespons ancaman keselamatan tersebut, Rico Waas mengaku telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk segera bergerak ke lapangan.
“Dinas SDABMBK sudah saya minta cek. Lokasi itu memang butuh perbaikan segera karena bisa ambrol kapan saja. Mengenai jalan rusak yang merupakan jalan inspeksi wilayah BWS, Pemko Medan akan segera menyurati pihak balai secara resmi agar secepatnya dibenahi,” pungkas Rico Waas.
Melalui program Sapa Warga ini, Rico Waas membuktikan bahwa memimpin Medan bukan sekadar duduk di belakang meja, melainkan hadir langsung menjemput bola, mendengarkan trauma warga, dan menghadirkan solusi nyata tanpa sekat birokrasi. Sebelum Sapa Warga, Rico Waas meninjau kegiatan gotong royong massal yang dilakukan jajaran Kecamatan Medan Barat.













