Lima Prioritas CMGF
Dalam laporan yang disampaikan, Bobby juga menguraikan perkembangan Kerangka Kerja Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan IMT-GT. Program tersebut dilaporkan terus berkembang di sejumlah kota anggota.
Sekretariat ASEAN mencatat terdapat 47 kegiatan tingkat regional dan 162 kegiatan kerja dalam kerangka Rencana Strategis Konektivitas ASEAN. Sementara itu, Jaringan Smart City ASEAN telah berkembang hingga mencakup 38 kota anggota.
Dari rangkaian pembahasan CMGF, terdapat lima rekomendasi yang menjadi prioritas kerja sama kawasan.
Prioritas pertama adalah mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan negara bagian dan provinsi sebagai penggerak utama. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat konektivitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kedua, konsep hijau akan diintegrasikan ke dalam kerangka kerja CMGF untuk menyelaraskan kebijakan Green City dengan Sustainable Urban Development Framework (SUDF).
Ketiga, IMT-GT Green City Award akan dipertahankan sebagai program tahunan untuk memberikan apresiasi terhadap kota yang mengembangkan pembangunan hijau, inklusif, dan tangguh.
“Keempat, penguatan pelaksanaan SUDF melalui koordinasi nasional-daerah dan platform Konferensi Tingkat Menteri Green City. Kelima pemanfaatan kolaborasi Asian Development Bank (ADB) dan ASEAN untuk memobilisasi dukungan teknis dan finansial bagi proyek koridor dan inisiatif Green City,” kata Bobby.













