Politik & Pemerintahan

Gubernur Bobby Nasution Temui Massa Aksi, Tegaskan Dukungan terhadap Tuntutan Buruh

8
×

Gubernur Bobby Nasution Temui Massa Aksi, Tegaskan Dukungan terhadap Tuntutan Buruh

Sebarkan artikel ini

Gubernur Sumut menyatakan komitmen mendukung aspirasi buruh, termasuk kenaikan UMP 2026, penyediaan rumah buruh, dan penghapusan pungli yang membebani pelaku usaha.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution didampigi Pj Sekdaprovsu Sulaiman Harahap, Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib, serta Kadis Tenaga Kerja Sumut Yulia Siregar, menemui para buruh yang demonstrasi meminta kenaikan upah minimum sebesar 10% di depan Kantor Gubenur Sumut Jalan Diponegoro 30 Medan, Senin (3/11/2025). (seputaranindonesia.com/Foto: Istimewa).

MEDAN, seputaranindonesia.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui langsung massa aksi buruh yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (3/11/2025). Dalam dialog terbuka tersebut, Bobby menyampaikan dukungan terhadap aspirasi yang disampaikan para buruh.

Para buruh mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), penyediaan rumah untuk buruh, serta penurunan harga bahan pokok. Sebelum menemui massa aksi, Bobby menerima perwakilan serikat buruh di dalam Kantor Gubernur untuk mendalami aspirasi yang dibawa.

“Pada prinsipnya, kami Pemprov Sumut ikut mendukung apa yang disuarakan teman-teman serikat buruh,” ujar Bobby.

Terkait UMP 2026, Bobby menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kenaikan upah. Namun ia menyebut ada pekerjaan rumah penting yang harus diselesaikan terlebih dahulu, yaitu pemberantasan pungutan liar (pungli) yang memberatkan pelaku usaha.

“Untuk menyampaikan angka (UMP) tersebut, PR yang harus kita selesaikan adalah persoalan yang juga dirasakan pelaku usaha, yaitu masih tingginya pungli atau kutipan-kutipan yang membebani,” kata Bobby.

Menurutnya, pungli menjadi salah satu faktor yang menekan kemampuan perusahaan untuk menaikkan upah buruh. Oleh karena itu, Bobby mengajak serikat buruh untuk ikut berkolaborasi dalam pemberantasan pungli demi menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat bagi dunia usaha.

“Mari kita jadikan ini persoalan bersama. Kita bentuk satgas untuk mengurangi biaya yang tidak perlu. Daripada pungli masuk ke kantong yang tidak jelas, lebih baik dana itu digunakan agar upah buruh tidak ditekan,” tegasnya di hadapan ribuan massa.

Bobby juga meminta dukungan serikat buruh untuk menyepakati agenda pemberantasan pungli tersebut. Ia optimistis, jika pungli bisa diberantas, maka harapan kenaikan upah 2026 dapat terwujud.

“Nanti teman-teman dorong ketuanya untuk menyepakati persoalan pungli ini. Kita kerjakan hingga akhir tahun, sehingga bisa betul-betul kita dapati kesepakatan angka yang diinginkan teman-teman untuk kenaikan upah,” ucapnya.

Perwakilan buruh, Donal Sitorus, menyampaikan apresiasi atas langkah Gubernur. Menurutnya, sikap Bobby yang terbuka dan responsif memberi angin segar bagi perjuangan kaum buruh.

“Pak Gubernur respons dengan baik dan sepakat menaikkan upah 2026. Kita ucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” ujarnya.

Turut mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut Yuliani Siregar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *