Berita Utama & HeadlinePolitik & Pemerintahan

Ribuan Ojol Demo di Medan, Gubernur Bobby Naik ke Mobil Komando dan Tantang Aplikator Jawab Tuntutan!

5
×

Ribuan Ojol Demo di Medan, Gubernur Bobby Naik ke Mobil Komando dan Tantang Aplikator Jawab Tuntutan!

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution berdiri di atas mobil komando, menyapa dan berdialog langsung dengan ribuan driver ojek online yang menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa, 20 Mei 2025. (Foto: Ist./seputaranindonesia.com).

MEDAN, seputaranindonesia.com – Ribuan driver ojek online (Ojol) dari berbagai wilayah di Sumatera Utara memadati Jalan Diponegoro, Medan, pada Selasa (20/5/2025), dalam aksi bertajuk “Aksi Damai 205”. Dalam aksi besar ini, mereka menyuarakan keresahan atas kebijakan aplikator yang dianggap semakin menyengsarakan mitra pengemudi.

Uniknya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution hadir langsung menemui massa. Tanpa ragu, ia naik ke atas mobil orator dan berdialog langsung dengan para driver ojol yang tergabung dalam komunitas Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (GODAMS).

“Tadi saya dengar empat tuntutan dari teman-teman semua. Ini harus kita pelajari. Kalau memungkinkan akan saya buatkan Pergub. Kalau perlu Perda, mari kita bahas bersama DPRD. Dan untuk payung hukum nasional, Pemprov akan kirim surat ke Kementerian,” tegas Bobby, disambut sorakan semangat dari massa aksi.

Empat tuntutan yang disuarakan antara lain:

  1. Mendesak pemerintah menerbitkan Perpu sebagai payung hukum nasional untuk ojol.

  2. Menghapus fitur aplikasi seperti Instan, Slot, Aceng, Bike Hemat, Samday, hingga HUB yang merugikan driver.

  3. Meninjau ulang potongan aplikasi sesuai Permenhub No. 667 Tahun 2022.

  4. Menuntut jaminan perlindungan kerja, seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dari aplikator.

Bobby menyampaikan dukungannya penuh terhadap tuntutan perlindungan. “Saya setuju jika aplikator menanggung BPJS untuk semua driver. Ini soal rasa aman bagi keluarga kalian di rumah, supaya tidak masuk dalam jurang kemiskinan ekstrem saat tulang punggung keluarga mengalami musibah,” ucap Bobby dengan nada serius.

Ia pun meminta satu dari empat tuntutan segera dikabulkan oleh pihak aplikator dalam waktu dua minggu. “Saya minta satu saja dari empat ini, bisa Pak?” tanyanya kepada perwakilan aplikator yang hadir di lokasi, seraya menantang mereka untuk menunjukkan komitmen nyata.

Pihak aplikator, melalui perwakilannya Fadil Pasaribu, menyatakan komitmen membuka ruang diskusi dan akan menyampaikan aspirasi ini ke pusat. “Kami terbuka, komisi sudah kami patuhi sesuai aturan maksimal 20 persen, dan soal tuntutan ini akan kami bahas di level pusat,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan perwakilan lainnya yang meminta waktu dua minggu untuk menindaklanjuti tuntutan.

Sementara itu, Koordinator Aksi Agam Zubir mengapresiasi kehadiran langsung Gubernur Bobby. “Ini bukti pemerintah hadir di tengah rakyat. Jangan ada lagi pembiaran, sudah saatnya pemerintah mengintervensi sistem yang tidak adil ini,” tegas Agam.

Aksi damai ini merupakan bagian dari gerakan nasional para driver online yang kini semakin menyuarakan hak-hak mereka di tengah sistem digitalisasi transportasi yang dianggap timpang dan tidak berpihak kepada pekerja lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *