JAKARTA, seputaranindonesia.com — Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Bekasi berujung pada penetapan tiga tersangka dalam perkara dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Ketiga tersangka tersebut masing-masing berinisial ADK selaku Bupati Bekasi periode 2025–sekarang, HMK yang menjabat Kepala Desa Sukadami sekaligus ayah ADK, serta SRJ dari unsur pihak swasta.
Penetapan tersangka diumumkan KPK dalam konferensi pers pada Sabtu (20/12/2025) dini hari. OTT dilakukan setelah KPK menerima laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan praktik suap proyek.
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, dalam OTT tersebut pihaknya mengamankan 10 orang. Delapan orang di antaranya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dalam kegiatan tersebut, KPK mengamankan delapan pihak, termasuk Bupati Bekasi dan sejumlah pihak swasta,” ujar Asep.
Asep mengungkapkan, dugaan tindak pidana korupsi bermula setelah ADK dilantik sebagai Bupati Bekasi pada akhir 2024. Sejak itu, ADK diduga menjalin komunikasi dengan SRJ sebagai kontraktor penyedia paket proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.













