Tulungagung, seputaranindonesia.com – Tantangan informasi digital yang kian kompleks mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi, Jumat (30/1/2026).
Sebanyak 120 pustakawan, guru, dan pegiat literasi mengikuti kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi yang beredar di ruang digital.
Bimtek dilaksanakan dalam dua sesi, pagi dan siang. Para peserta mendapatkan materi terkait kecakapan literasi informasi, mulai dari cara mengakses dan mengevaluasi informasi hingga penggunaan informasi secara etis dan bertanggung jawab, termasuk memahami perbedaan antara konten jurnalistik dan nonjurnalistik.
Bimtek ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang akademik dan praktisi literasi digital. Mokhamad Eldon, S.E., M.M., CDMS membuka paparan dengan tema Literasi Informasi di Era Disrupsi Digital, menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi di tengah banjir konten digital yang belum tentu terverifikasi.
Materi dilanjutkan oleh Galuh Indah Zatadini, M.Eng, yang membahas Fondasi Literasi Informasi sebagai dasar berpikir kritis bagi pendidik dan pustakawan. Sementara itu, sesi ketiga disampaikan oleh Dr. Deny Yudiantoro, S.AP., S.Pd., M.M. dari UIN SATU, dengan topik Evaluasi dan Diseminasi Strategi Guru di Era Digital.













