“Masyarakat tidak menilai keberhasilan pemerintah dari besarnya anggaran yang dihabiskan, tetapi dari hasil pembangunan yang mereka rasakan. Jalan yang baik, drainase yang berfungsi, banjir yang berkurang, pelayanan kesehatan yang cepat, pendidikan yang berkualitas, birokrasi yang mudah, serta lingkungan yang bersih adalah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya,” kata Fauzi saat membacakan pendapat Fraksi Partai Gerindra.
Fraksi Gerindra memberikan apresiasi kepada Pemko Medan yang kembali meraih opini WTP dari BPK Republik Indonesia untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Meski demikian, capaian tersebut dinilai belum cukup apabila belum diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik yang semakin baik.
Fauzi menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan APBD seharusnya mampu mendorong percepatan pembangunan, mengurangi kesenjangan sosial, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas bagi seluruh warga Kota Medan.
Berdasarkan laporan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025, realisasi pendapatan daerah tercatat lebih dari Rp6,3 triliun atau sekitar 90,80 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai lebih dari Rp5,8 triliun atau sekitar 82,56 persen dari target.













